Skyscraper
Skyscraper

Anggota DPRD Fagaralam Seorang Petani Cabai

foto

Ajen

Anggota DPRD Fagaralam seorang petani cabai dan bercocok tanam palawilawija

Pagaralam, Sumsel Fakta Indonesia News.com -- Lahir dan di besarkan dari keluarga petani, membuat dirinya tidak sulit untuk melakukan bercocok tanam dilahan pertanian (sawah), hal inilah yang di lakoni seorang Yuliansi, walupun menjadi sebagai anggota DPRD kota pagaralam yang terpilih kembali untuk periode keduanya,dirinya tidak tinggal diam,ia memanfaakan waktu-waktu senggangnya untuk membawa anak dan istrinya pergi kesawah untuk memetik cabai dan membersihkan hama yang ada ditanaman cabai tersebut.

Ketika dijumpai media Fakta Indonesia News Sumsel, Yuliansi memaparkan bahwa kegiatan bertani ini merupakan ujung tombak penghidupan keluarga petani yang berladang di daerah kota pagaralam ini.

Petani adalah seseorang yang melakukan bercocok tanam di lahan sempit atau pribadi dan kita memiliki hak penuh dalam menjalankan budidaya,petani yang maju sangat membantu bagi semua orang karena petani memberikan sarana hidup bagi masyarakat, bahan makanan yang berlangsung memberikan kita bisa bertahan hidup,kita bayangkan jika tidak ada petani kita mau makan apa? tak heran petani di sebut sebagai pahlawan.

Dikatakan dia, bahwa  menjadi seorang petani yang baik adalah

jika kita seorang petani kita harus memiliki pengalaman yang cukup dalam berbudidaya, kenapa saya katakan seperti itu, banyak lulusan sarjana pertanian yang lulus dengan gelar S1 namun dalam pelaksanaan di ladang kurang terampil dalam pengaplikasian, hal ini karena pengetahuan dasar tidak cukup untuk bertani, bertani tidak mudah, contohnya petani harus pintar dalam melihat karakter iklim di daerahnya sendiri,dimana musim yang berganti dengan pengalaman yang petani punya bisa menurunkan resiko gegalan dalam berbudidaya, saran saya ada baiknya kita bertanya kepada petani yang berpengalaman tentang musim tanaman.

Kebiasaan yang sering dilakukan oleh petani di daerah kota pagaralam ini adalah,sering seragam saat memulai musim pertanian. Ketika satu waktu ada yang menanam cabai karena harga mahal, hampir semua petani menanam cabai secara bersamaan. Namun ketika hari panen tiba, kuantitas cabai membludak dan berakibat pada jatuhnya harga pungkas pria yang ramah ini dengan senyuman.

(Salman/**)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Serikat Pekerja Dukung Subsidi Iuran BPJS Kesehatan Kelas III
Jokowii: Jangan Terlihat Tertekan
Negara Wajibkan Pengguna Buruh Asing Bayar US$100 per Bulan
Luhut Bakal Garap 'Sendiri' Proyek Kilang Cilacap