Minggu, 16 Desember 2018 | 18:31 WIB

Desa Dituntut Memiliki Inovasi, Tahun Depan Desa Lebih Maju dan Mandiri

foto

Administrator

Bursa Inovasi Desa yang digelar di gedung Islamic Center Singaparna di buka secara langsung bupati Tasikmalaya yang diwakili Kadis DPMDPAKB Drs. H.E.Z. Alfian, M.Pd

TASIKMALAYA, Fakta Indonesia News -- Kegiatan Program Inovasi Desa, melalui Bursa Inovasi Desa yang digelar di gedung Islamic Center Singaparna Kab. Tasikmalaya. Progam Inovasi Desa ini diikuti para Kepala Desa, BPD dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Tasikmalaya yang dituntut memiliki Inovasi, dengan tiga bidang titik fokus yaitu Bidang Perekonomian, Bidang Infrastruktur dan Bidang Sumber daya manusia. Inovasi desa sendiri untuk mendorong Desa kedepan lebih maju dan mandiri melalui anggaran dana desa.

Bupati Tasikmalaya yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Drs. H.E.Z. Alfian, M.Pd menyampaikan mohon maaf pada kesempatan ini Bapak Bupati Ade Sugianto, S.IP tidak bisa hadir di acara bursa inovasi desa.

‘Usai pelantikan kemarin Bupati Tasikmalaya disibukan dengan tugasnya yang akhirnya kurang sehat dan tidak dapat hadir, untuk itu mohon doa kesembuhan buat beliau,” ucap Alfian saat membuka Bursa novasi Desa di gedung Islamic Center Singaparna, Kamis (6/12)

Mudah-mudahan di tahun 2019 bupati merencanakan dan menambah anggaran ke desa, peningkatan pembangunan di setiap desa banyak menunjukan kemajuan dari mulai infrastruktur dan perekonomian. “Dengan adanya Inovasi Desa dapat lebih maju lagi kedepan, seperti Desa Cisayong yang mendapat penghargaan dari pemerintah pusat,” lanjutnya.

Menurut Jenal peserta inovasi desa dapat dijadikan media agar kepala desa semakin inovatif dalam menggali potensi dan peluang yang dimiliki desanya masing-masing. Para kepala desa juga diharapkan dapat memanfaatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mendorong perkembangan ekonomi desa menuju desa yang sejahtera.

"Desa sejahtera adalah yang siap data, tahu potensi dan paham akan masalah di wilayahnya masing-masing. Hal ini selaras dengan visi desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing," pungkasnya.

(As**)