Skyscraper
Skyscraper

Kejari Jember, Perdalam Kasus Mangkrak Pasar Manggisan

foto

Administrator

Kasi Pidsus Herdian, SH Kejaksaan Negeri Jember

JEEMBER, Fakta Indonesia News.com -- Kasus revitalisasi pasar 2018 Desa Manggisan Kecamatan Tanggul, terus diproses secara serius oleh pihak kejaksaan negeri Jember, pasalnya dari hasil pemeriksaan Kejaksaan Negeri Jember, dua orang yang bersangkutan tersebut, mengakui bahwasannya proyek revitalisasi pasar Manggisan telah disubkan, sehingga pihak kejaksaan Jember terus mengembangkan kasus ini lebih dalam lagi, Selasa, 25 Juni 2019

Proyek revitalisasi pasar Manggisan yang nilai kontraknya 3,5 milyar hingga 9,1 milyar sampai saat ini mangkrak, bahkan menurut informasi, pekerja proyek pasar Manggisan Kecamatan Tanggul tersebut belum terbayar.

Menurut Herdian, selaku Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Jember pada saat dikonfirmasi awak media mengatakan mengenai hasil pemeriksaan kemarin Senin tanggal 24 Juni 2019 dari kedua orang yang bersangkutan, bahwasannya proyek tersebut, ada indikasi dari pelaksana proyek yang akan mengambil beberapa barang yang ada disekitar lokasi proyek, infonya.

"Sehingga saat ini tukang / pekerja pasar Manggisan tersebut belum terbayar, dan info terakhir kemarin rolingdor mau diambil, yang pertama dengan pertimbangan amankan aset yang ada di pasar," papar Herdian dikantornya, Rabu (26/06/2019).

Lanjut Ia, untuk menghindari pihak terkait dan menghormati proses hukum ini, jadi tidak merubah bangunan, tidak menambah bangunan, dan ini perlu kita lakukan untuk memudahkan ahli kontruksi, untuk menghitung volume maupun bahan yang terpasang pada bangunan tersebut.

sehingga dari hasil pemeriksaan kemarin dua orang yang bersangkutan yang kita panggil, proyek itu disubkan, artinya semua pekerjaan disubkan. kalau dilihat dari konsultan pelaksanaan sama dengan pengamat kontruksi, tambah Herdian

Menurutnya, untuk uwan prestasi sudah lebih dari uwan prestasi, karena terhitung dari kontrak, seharusnya per 31 Desember 2018 yang bersangkutan harus menyerahkan bangunan itu kepada pengguna barang dan jasa dalam hal ini disperindag,  namun setelah dilakukan adendum kontrak dua kali rielnya, sebagaimana rekan-rekan juga lihat dan saksikan hingga saat ini.

"progresnya tidak terlalu banyak dan serah terima bangunan juga belum dilakukan hingga saat ini, untuk LPJnya belum ada serah terima bangunan," imbuhnya.

Langkah kedepannya, pihak Kejaksaan Negeri Jember sesuai dengan skedul dan kita akan tetap melakukan pemanggilan terhadap pihak - pihak yang terkait, dan juga kita meminta dokumen surat yang terkafer dalam penggeledahan kemarin.

"mengenai yang belum terkafer, pihak kami tidak bisa menyebutkan karena itu menyangkut teknis, dikawatirkan nanti surat tersebut dihilangkan atau dirubah. Untuk pengesub sudah kami kantongi identitasnya maupun alamatnya," tutupnya.

(Erwin/**)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kasun Sumuran, Pertanyakan Haknya Tentang TKD?
Polres Majalengka Terjunkan 350 Personil Untuk Pengamanan Konser Band Refublik
Majelis Hakim Menjatuhkan Vonis Terhadap Murid Bahar Bin Smith
Segera Tuntaskan Kasus Kades Ajung di Polres Jember, Berikan Hak TKD atas Kasun Sumuran
Satreskrim Polres Majalengka Tangkap Oknum Scurity TLI