Minggu, 16 Desember 2018 | 17:07 WIB

Kapolda Jabar Hadiri Acara Silahturahmi Kamtibmas dengan Pondok Pesantren Se-Kabupaten Cirebon

foto

Administrator

Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Drs. Agung Budi Maryoto bersilaturahmi dengan Forum Pondok Pesantren Se-Provinsi Jawa Barat guna meningkatkan Kerjasama dan Sinergitas antara Ulama dan Umaro, dalam Rangka Mendukung Pileg dan Pilpres 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk

CIREBON, Fakta Indonesia News -- Kapolda Jabar menghadiri acara Silaturahmi Kamtibmas Polda Jabar dengan Forum Pondok Pesantren Se-Kabupaten Cirebon yang di selenggarakan di pondok pesantren khas kempek dalam Rangka Mendukung Pileg dan Pilpres 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan sikap melalui pernyataan Deklarasi Forum Pondok Pesantren Se-Provinsi Jawa Barat guna meningkatkan Kerjasama dan Sinergitas antara Ulama dan Umaro sehingga terwujud Pileg dan Pilpres 2019, Senin (3/12).

Kapolda Jabar Irjen. Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si menyampaikan bahwa tugas tokoh agama dan Pesantren untuk menyebarkan dan mengajak kebaikan serta mencegah atau menghilangkan hal-hal negatif di masyarakat (Amar Ma’ruf Nahi Munkar), menolak segala bentuk politasi Pondok Pesantren yang dapat memecah belah persatuan Umat.

“Menolak segala faham Radikalisme, terorisme dan intoleransi, menolak kegiatan yang bersifat provokatif, menghasut, ujaran kebencian, Hoax serta isu-isu sara dalam pelaksanaan Pemilu 2019 dan juga dalam penyampaian aspirasi agar disalurkan melalui sarana dan lembaga sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tidak memobilisasi massa yang akan mengganggu ketertiban umum,” papar Kapolda.

Ditambahkan kapolda, kepada masyarakat dalam menghadapi tahapan Pileg dan Pilpres 2019 agar tetap terpolarisasi dalam menentukan pilihan dan selalu guyub dan rukun serta tetap waspada dengan berbagai kerawanan diantaranya Money Politic, Black Compaign, intimidasi, menggunakan fasilitas Negara, konflik antara pendukung, pengerahan massa dan sebagainya.

“Hindari potensi yang menimbulkan konflik komunal terbuka antara elemen di masyarakat, juga harus meminimalisir isu-isu provokatif menyangkut isu-isu primodialisme, penyebaran Hate Speech, berita Hoax, radikalisme, intoleransi dan terorisme melalui akun jaringan internet di media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube) yang akan berpengaruh terhadap penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019 di wilayah Hukum Polda Jabar,” tandas Kapolda.

Kapolda mengajak kepada seluruh masyarakat agar, selalu bekerjasama dalam memelihara Kamtibmas guna menjaga keutuhan, kedaulatan Negara dan mempererat persatuan Bangsa dan patuh terhadap ketentuan hukum yang berlaku maupun norma sosial di masyarakat dan bekerjasama dalam mengantisipasi penyebaran paham terorisme. 

(Yatiman