Skyscraper
Skyscraper

Polres Cimahi Bekuk Komplotan Curanmor Dengan Modus Tali Sepatu

foto

Administrator

Ilustrasi Polres Cimahi Bekuk Komplotan Curanmor

CIMAHI, Fakta Indonesia News.Com - Polisi meringkus komplotan pencuri kendaraan jenis motor dan mobil yang kerap beraksi di Kota Cimahi dan Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar). Mereka punya modus yang terbilang unik dengan menandai rumah korban menggunakan tali sepatu sebagai petunjuk kawanannya.

Kelima tersangka yang ditangkap berinisial NR, DA, AL, AS, dan BA. Dari tangan mereka, polisi mengamankan barang bukti seperti tali sepatu, enam unit motor, empat mobil, dan sejumlah alat-alat lainnya.

"Keberadaan komplotan ini sangat meresahkan karena dalam beraksi tidak segan-segan melukai korban. Tercatat mereka sudah melakukan aksinya sebanyak 34 kali, 17 di antaranya di Kota Cimahi," kata Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, di Mapolres Cimahi, Bandung Jawa Barat, Senin (4/2/2019).

Mereka terbagi menjadi beberapa tim. Untuk pencuri spesialis motor, melakukan aksinya dengan menyasar motor yang terparkir di rumah warga. Tim yang datang pertama bertugas merusak pagar rumah, kemudian mengikat tali sepatu, sebagai tanda pintu pagar sudah dibobol, tinggal eksekusi.

Menurut dia, para tersangka ini melakukan aksinya di malam hari. Mereka punya tugas masing-masing, seperti memberi tanda dengan tali sepatu, dan sebagian lagi mengambil sepeda motor korbannya.

"Total dalam semalam mereka melakukan aksinya di lima titik, itulah sebabnya pelaku yang bertugas untuk memberi tanda di rumah target selalu membawa lima tali sepatu," ujar Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adiputra, yang dilansir dari Inews.id.

Niko mengatakan, ini adalah modus baru. Tim yang bertugas membobol gembok pagar memang sengaja memberikan tanda dengan tali sepatu supaya pagar tersebut tidak terbuka lebar. Tali tersebut untuk mengikat sisi pagar yang terbuka, agar tak dicurigai oleh warga yang kebetulan melintas.

Sedangkan untuk komplotan spesialis pencuri mobil, lanjut dia, modusnya adalah dengan menyamar sebagai sopir angkot dan kernet yang berkeliling dengan menarik penumpang.

Mereka berkeliling dulu menarik penumpang sambil menandai mobil yang akan dicuri di sepanjang perjalanan. Kemudian setelah semua penumpang turun, si kernet kembali lagi menyusuri jalan semula untuk melakukan aksinya.

"Ketika target ada (mobil) lalu pelaku memecahkan kaca, menyalakan mesin, dan membawanya kabur," kata Niko.

(GR)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung Menetapkan Andri Salman Tersangka Pidana Korupsi
Satlantas Polrestabes Bandung Laksanakan Giat Penertiban Palkir
Mahkamah Konstitusi (MK) Akan Menggelar Hasil Putusan Perkara Sengketa Hasil Pileg 2019 Besok
Terjerat Kasus Suap, Bupati Jepara Meminta Keringanan Hukuman
DPP LSM PENJARA Akan Laporkan ke Penegak Hukum