Kamis, 23 Mei 2019 | 20:20 WIB

Berkas Kasus Pungli Biaya Pengambilan Jenazah Tsunami Selat Sunda Dilimpahkan

foto

Administrator

Ilustrasi Pemandangan dari udara kawasan pemukiman nelayan di Kampung Sumur Pesisir, Pandeglang, Banten.

Serang, Fakta Indonesia News.Com - Polda Banten telah melimpahkan berkas perkara 3 tersangka pelaku pungli pengambilan jenazah korban tsunami di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang. Ketiga tersangka di kasus ini ialah TBF (PNS), IJM dan BY.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, mengatakan, berdasarkan hasil gelar perkara internal, berkas perkara tersebut dinyatakan cukup dan dapat dilimpahkan sebagai tahap satu. Ke tiga tersangka tersebut diduga telah melakukan pungli pada saat keluarga korban tsunami mengurus jenazah korban tsunami, di RSDP Serang.

"Berkas perkara tahap I sudah kami limpahkan kepada Kejaksaan Tinggi Banten pada tanggal 19 Februari 2019 lalu, yang di laksanakan langsung oleh Penyidiknya," kata Edy Sumardi yang dikutip dari DetikNews, Minggu (3/3/2019).

Ia mengatakan, TBF bersama rekan kerjanya diduga melanggar Pasal 12 huruf e UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Adapun ancaman hukuman sekitar 15 tahun penjara.

"Dari salah satu tersangka, TBF adalah seorang PNS yang bekerja sebagai staf instalasi kedokteran forensik dan medikolegal RSDP Kota Serang," ujar Edy.

Dia menegaskan, kepolisian berkomitmen segera menuntaskan seluruh perkara pungli di RSDP ini, agar masyarakat bisa mengetahui dan ada kepastian hukum.

Pungutan terhadap keluarga korban tsunami terjadi di RSDP Serang pada Desember 2018 lalu. Sejauh ini, tarif pungli pengambilan jenazah diketahui bervariatif. Ada korban yang mengaku dipungut Rp 2,3 juta dan ada yang Rp 3 juta hingga belasan juta Rupiah. Total sampai hari ini, uang yang disita sebanyak Rp 15 juta dari para tersangka. 

Salah satu yang kena pungli adalah keluarga Aa Jimmy. Wali Care yang saat tsunami mengurus pengambilan jenazah Aa Jimmy sampai Rp 14,5 juta menunggu itikad baik pihak RSDP. Kerabat tidak akan meminta uang dikembalikan.

Tapi, bila uang itu dikembalikan, maka Wali Care akan menyalurkan uang ke korban Tsunami di Pandeglang. Uang itu digunakan untuk menolong sesama korban tsunami. 

 

 

(GR)