Skyscraper
Skyscraper

Polisi Tangkap Tukang Ojek Pangkalan

foto

Administrator

Ilustrasi

GARUT, Fakta Indonesia News.Com - Polsek Karangpawitan mengamankan pelaku pemukulan kepada pengemudi ojek online yang terjadi pada Minggu (23/6).

Pelaku yang merupakan ojek pangkalan memukul korbannya saat berpapasan di Jalan Cimasuk, Karangpawitan.

Kapolsek Karangpawitan, Kompol Oon Suhendar menyebut pelaku berinisial US (29), kesal lantaran diserempet mobil korban.

Warga Kampung Suci Balong, RT 2/4, Desa Suci Kaler, Kecamatan Karangpawitan itu lantas memukul korban bernama Chandra Dasa Juansyah (19).

"Minggu malam sudah bisa kami amankan pelakunya. Khawatir ada tindakan dari salah satu pihak. Jadi kami bawa dulu ke Polsek," ucap Oon di Mapolsek Karangpawitan, Selasa kemarin (25/6).

Oon mengatakan, penyebab pemukulan itu bukan karena pelaku tak terima dengan keberadaan angkutan online, seperti yang beredar di masyarakat.

"Pelaku ini keserempet sama korban saat membonceng penumpang. Pelaku lantas marah, lalu memukul korban," katanya.

Peristiwa tersebut, lanjutnya, bukan karena aktivitas angkutan online di kawasan Karangpawitan. Pelaku hanya kesal karena korban menyerempet motornya.

"Jadi bukan konflik opang (ojek pangkalan) dengan online. Ini murni karena kesal setelah diserempet," ucapnya.

Dari pengakuan pelaku, Oon menuturkan jika tak mengetahui korbannya merupakan pengemudi online. Ia berharap masyarakat terutama ojek pangkalan dan angkutan online bisa saling menahan diri.

Ia meminta agar semua pihak memeriksa semua informasi yang diterima. Jangan sampai mendapat informasi yang sesat dan ujungnya emosi hingga berbuat anarkis.

"Bukan karena rebutan penumpang atau pelarangan online masuk. Isu yang berkembang kan seperti itu. Jadi harus bisa saling paham dulu inti masalahnya," katanya yang dilansir dari TribunJabar.id

Sementara itu, Ketua Organda Garut, Yud Nurcahyadi meminta kepada angkutan umum dan ojek pangkalan agar tak terpancing.

Namun jika terjadi pengerahan massa dari angkutan online, pihaknya juga siap melakukan perlawanan.

"Selama ini kami sudah diam. Tapi diam itu bukan berarti menerima. Harusnya mereka (pengemudi online) bisa saling menghargai," kata Yudi.

Ia menambahkan, mempersilakan aparat penegak hukum mengusut tuntas aksi anarkis yang terjadi. Baik dari angkutan umum atau online.

Ia menjamin, pengemudi angkutan umum sudah tak berselisih dengan angkutan online.

"Sekarang yang selisih itu justru dari opang sama delman. Tapi kami juga belum menerima karena mereka (online) regulasinya belum jelas," ujarnya.

(FD)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Setelah Mencabuli Cucu Tirinya Kakek di Majalengka Berikan Uang Rp 10 Ribu
Remaja di Cirebon Terpergok Tetangga Usai Memperkosa Kekasihnya
Dua Mahasiswa Unjani Jadi Korban Penusukan Oleh Sekelompok Orang Tak Dikenal
Satgas Saber Pungli Provinsi Jabar Tangkap Oknum Pegawi Dishub di Kab. Cianjur
Tanam Ganja di Rumah, Tuteng Ditangkap Polisi
Simpan Sabu-sabu di Celana, 4 Warga Sumedang Ditangkap Polisi
30 Pelajar yang Terlibat Tawuran Diamankan Polres Cirebon
Gunakan Uang Palsu Saat Setoran di BRILink Sumedang, Acim Ditangkap Polisi
Sebanyak 48 Ponsel Berhasil di Gasak Perampok Bersenjata Api
Terlibat Penganiayaan, Dua Pelajar SMK di Sukabumi Ditangkap Polisi
Penemuan Mayat Bayi Laki-laki di Kolam Ikan Bikin Heboh Warga
Polrestabes Bandung Berhasil Menangkap Pelaku Perampasan HP yang Terjadi di Kelurahan Cijagra
Geng Motor di Garut Bacok Warga yang Sedang Nongkrong
Uang Korupsi BPJS RSUD Lembang Dipakai 2 Tersangka Untuk Beli Tas Mewah
Komplotan Pembobol Minimarket di Cirebon Berhasil Ditangkap Polisi
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan 2 Mahasiswa Stikes di Cimahi
Ibu Rumah Tangga di Cianjur Nekat Edarkan Narkoba Jenis Sabu-sabu
Sosok Amelia di Mata Teman, Penyabar dan Menyenangkan
Terlibat Cinta Segitiga, Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya
Pembunuhan Satu Keluarga di Serang Motifnya Dendam