Skyscraper
Skyscraper

Pencuri Uang Rp 1,2 Miliyar Milik Bos Ikan di Sukabumi Diamankan Polisi

foto

Administrator

Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo memperlihatkan barang bukti uang milik bos ikan yang sempat digondol pencuri.

Sukabumi, Fakta Indonesia News.Com - Suasana santap siang sejumlah pekerja di sekitar Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi tiba-tiba riuh dengan teriakan minta tolong seorang bos ikan yang baru saja menjadi korban pecah kaca mobil.

Di saat bersamaan dua orang pria berboncengan dengan kecepatan tinggi melesat dari arah bank menuju Jalan Cikiray yang dikenal dengan jalan lintas menuju arah LLRE Martadinata. Rupanya kedua pelaku itu baru saja mengambil tas dari dalam mobil korban. 

Saat pelarian, motor pelaku ditendang oleh seorang kurir jasa pengiriman paket bernama M Rafi. Motor dan kedua pelaku pun terjatuh. Warga yang juga ikut mengejar pelaku langsung mengepung dan sebagian melakukan aksi main hakim sendiri. Tak lama polisi datang setelah mendapat laporan dari warga untuk mengamankan kedua pelaku dan milik korban yang berisi uang Rp 1,2 miliar.

"Situasi di tempat parkiran sepi. Posisi saya berada di seberang jalan mau antar paket kiriman. Selain saya ada juga Pak Sihombing (warga lain) yang melihat kejadian itu. Pak Sihombing berteriak ke pelaku, saya langsung narik gas motor kejar pelakunya," kata Arif di halaman parkir Mapolresta Sukabumi Kamis kemarin (4/7/2019). Dikutip dari detiknews.

Usai diamankan, polisi pun melakukan pengembangan untuk melakukan pengejaran terhadap dua tersangka lainnya. Saat pengembangan polisi membawa C dan L yang sebelumnya diamankan warga. Namun saat pengembangan L mengeluh sakit dan dilarikan ke rumah sakit.

"L mengeluh sakit saat proses pengejaran pelaku lainnya. Dia kemudian dibawa anggota ke rumah sakit dan meninggal dunia dini hari tadi," kata Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo, Kamis kemarin (4/7/2019).

Dalam jumpa pers yang digelar, Susatyo menunjukkan sejumlah alat kejahatan L dan C ketika beraksi berupa pecahan busi dan kayu lonjong dengan ujung besi.

"Pecahan busi digunakan dengan cara dilempar sekuat tenaga ke arah kaca mobil target, setelah pecah didorong menggunakan kayu berujung besi," kata Susatyo.

Para pelaku melancarkan aksinya selama kurang dari 1 menit, ketika tas korban diambil mereka kemudian melarikan diri. "Situasi parkiran tempat mereka beraksi sangat sepi. Ketika memecah kaca menggunakan alat ini (busi) tidak mengeluarkan suara. Pelaku beraksi kurang dari satu menit," tutup Susatyo.

(FD) 

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Pelaku Penyiraman Air Keras Mengaku Kurang Perhatian
Kejati Mulai Penyidikan Korupsi Jiwasraya
DPR Diminta Libatkan Publik Bahas RKUHP
Polisi Sebut SDN Ambruk di Pasuruan karena Konstruksi Ngawur