Skyscraper
Skyscraper

Seorang Nenek di Garut Harus Kembali Berurusan dengan Polisi

foto

Ilustrasi

Garut, Fakta Indonesia News.Com - Enggak kapok-kapok! Seorang nenek di Garut kedapatan menjual minuman keras oleh polisi. Aksi itu bukan yang pertama kali karena nenek berinisial R (54) itu pernah juga berurusan dengan polisi dalam hal serupa.

Nenek R kedapatan menjual miras saat tim Resmob Polres Garut tengah melakukan patroli di sekitaran Hutan Kerkhoff, Jalan Merdeka, Tarogong Kidul, Jumat (19/7/2019) dini hari.

Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan, petugas curiga dengan gerak-gerik nenek tersebut.

"Saat tim sedang melaksanakan patroli, ada yang mencurigakan dari perempuan tersebut. Dia berdiam diri di tempat yang sepi menggunakan motor sembari membawa tas," ujar Maradona, Jumat pagi yang dikutip dari detiknews.

Kecurigaan petugas ternyata benar. Setelah digeledah, sambung Maradona, tas yang dibawa oleh R ternyata berisi beberapa minuman keras yang sedang dia dagangkan.

"Yang bersangkutan mengedarkan minuman keras dengan cara online. Mengantarkan kepada pembeli dan menunggu pembeli datang," katanya.

Nenek R hanya bisa tertunduk lesu saat digeledah. Dia tidak bisa mengelak lantaran selain di dalam tas, petugas juga menemukan miras di bawah jok motor yang R bawa.

Nenek tersebut kemudian dibawa petugas untuk dibina. R sendiri terakhir kali pernah berurusan dengan polisi pada tahun 2017 lalu. Kala itu dia tepergok jual miras oleh petugas Polres Garut yang tengah berpatroli di tempat yang sama dipimpin Kasat Sabhara kala itu AKP Dudi Tisna Irawan.

Bungker Miras
Tim Resmob kemudian melakukan pengembangan setelah memergoki nenek R menjual miras. Petugas menyisir kawasan Jalan Merdeka. Polisi menemukan sebuah bunker mini tempat penyimpanan miras tak jauh dari lokasi.

Bunker mini itu ternyata buatan para pedagang nakal untuk menyembunyikan miras dan mengelabui petugas. Bunker berukuran 2x1 meter tersebut terbuat dari peri bekas sayuran dan dikubur di dalam tanah di semak-semak sedalam satu meter.

"Dari tempat itu kami temukan hampir sekitar 70 an botol miras berbagai jenis termasuk miras oplosan," kata Maradona.

Puluhan botol miras yang ditemukan kemudian dibawa ke Mako Polres Garut. Para pedagang juga ikut dimintai keterangan.

Maradona mengimbau masyarakat untuk melapor bila ada warga nakal yang menjual miras.

"Rata-rata miras itu merupakan awal dari sebuah kejahatan," tutup Maradona.

(FD)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Penemuan Mayat Wanita Setengah Bugil di Pinggir Sawah Sukabumi
Polisi Tetapkan Sopir Sebagai Tersangka Kecelakaan Maut di Tol Cipali
Polres Tasikmalaya Bongkar Peredaran Obat Terlarang Jenis Hexymer
Terpergok Berduaan di Kamar, Sahid Bacok Aini dan Rofli
Terlibat Cinta Segitiga, Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya
Kegiatan Offroad Membawa Berkah Bagi Pedagang Kecil
Berusaha Melerai, Seorang Ayah Tak Sengaja Bacok Anaknya Hingga Tewas
Oknum Leasing Terlibat Kasus Curanmor, Polisi Amankan 14 Motor
Sopir Pembunuh Amelia Dikenakan Pasal Berlapis
Geng Motor di Garut Bacok Warga yang Sedang Nongkrong
Tabrak Tukang Parkir dan Penjual Cuanki, Mobil Daihatsu Sigra Pakai Pelat Nomor Palsu
Polresta Banjarmasin Menangkap Kurir Narkoba, 1 Kg sabu Disita
Pembunuhan Satu Keluarga di Serang Motifnya Dendam
Terlibat Penganiayaan, Dua Pelajar SMK di Sukabumi Ditangkap Polisi
Kakek di Bandung Tusuk Orang Ronda Pakai Obeng Lantaran Kepergok Curi Sajadah
Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Narkoba yang Dikendalikan Oleh Napi Lapas Jelekong
Dua Mahasiswa Unjani Jadi Korban Penusukan Oleh Sekelompok Orang Tak Dikenal
Cabuli Turis di Tengah Laut, Pemandu Jetski Dihukum 7 Tahun Penjara
Ibu Rumah Tangga di Cianjur Nekat Edarkan Narkoba Jenis Sabu-sabu
Polisi Tangkap Prayanto Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan Pada Pacarnya yang Sedang Hamil