Skyscraper
Skyscraper

Terkait Suap Eni Saragih, KPK Panggil Ketua F-Golkar Melchias Mekeng

foto

Jakarta, Fakta Indonesia News.Com - KPK memanggil Ketua Fraksi Golkar di DPR RI Melchias Marcus Mekeng terkait kasus suap eks anggota DPR Eni Maulani Saragih dengan tersangka Samin Tan. Mekeng dipanggil sebagai saksi untuk Samin Tan.

"Sebagai saksi untuk tersangka SMT (Samin Tan)," kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, Rabu (11/9/2019).

Hari ini KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Samin Tan. Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Adapun kasus dugaan suap antara Samin Tan dengan Eni itu terkait masalah yang dialami perusahaan Samin, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT). Permasalahan yang dimaksud terkait perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM.

PKP2B PT AKT sebelumnya dihentikan oleh Kementerian ESDM yang dipimpin Ignatius Jonan. Penghentian itu dilakukan karena PT AKT dianggap telah melakukan pelanggaran kontrak berat. Atas penghentian itu, terjadi proses hukum hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) yang hasilnya menyatakan keputusan Menteri ESDM soal penghentian PKP2B PT AKT tetap berlaku.

Dalam proses menuju pengajuan banding terhadap putusan PTUN tentang terminasi itu, Eni menjanjikan bisa membantu Samin Tan dalam urusan dengan keputusan terminasi oleh Kementerian ESDM. Duit Rp 5 miliar pun diduga diserahkan agar Eni membantu mengurus hal tersebut.

Dari situ, Eni disebut sampai mengancam akan mempermalukan Jonan dalam rapat di DPR. Namun, sebagaimana diketahui, pada akhirnya pemerintah tetap menang hingga putusan terminasi terhadap kerja sama dengan PT AKT berkekuatan hukum tetap lewat putusan kasasi di MA. 

 

Bagikan melalui
Berita Lainnya
LSM Penjara Melaporkan Oknum Guru SDN 1 Cintabodas Ke Disdik Dan Tipikor
Wanita di Kebon Jeruk Tewas Bersimbah Darah, Menurut Suami Korban Terjatuh
KPK Panggil Sekjen Kementan Terkait Suap Impor Bawang Putih
KPK Menangkap Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa Terkait Kasus Suap RDTR