Jumat, 26 April 2019 | 16:43 WIB

Menteri LHK dan Gubernur Resmikan Fasilitas Pengelolaan Sampah di 6 Kota/Kabupaten Jawa Barat

foto

Administrator

Menteri LHK dan Gubernur Ridwan Kamil Resmikan Fasilitas Pengelolaan Sampah di 6 Kota/Kabupaten Jawa Barat

Bandung, Fakta Indonesia News.Com -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meresmikan fasilitas pengelolaan sampah enam kota/kabupaten di Jawa Barat, di Bank Sampah Induk dan Pusat Daur Ulang RT 05/07 Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (15/4/2019).

Enam kota/kabupaten tersebut adalah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Bekasi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang.

Menteri LHK Siti Nurbaya menuturkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, KLHK bertugas mempercepat pelaksanaan dan keberlanjutan kebijakan pengendalian DAS Citarum melalui operasi pencegahan, penanggulangan pencemaran dan kerusakan serta pemulihan DAS Citarum.

Oleh karena itu pada tahun 2018 KLHK telah memfasilitasi penyediaan sarana dan prasana pengelolaan sampah.

Penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah tersebut berupa Pusat Daur Ulang (PDU) yang diberikan kepada 3 kota/kabupaten yaitu Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kota Cimahi dengan kapasitas 10 ton per hari dan juga fasilitas pengomposan dengan kapasitas 10-30 ton per hari.

"Selain itu melalui pengoperasian fasilitas Pusat Daur Ulang ini dimungkinkan untuk dapat mengurangi emisi Gas Rumah Kaca sekitar 5.000 ton-CO2 per tahun, dan efektivitas biaya sekitar Rp 2 Juta rupiah per ton-CO2 per tahun," ujarnya.

Menurutnya bagian penting dari fasilitas ini adalah untuk mengendalikan pembentukan Gas Metana dengan mengurangi jumlah sampah yang ditimbun.

Karenanya pengurangan emisi CO2 untuk sumber energi adalah 50 ton-CO2 per tahun melalui pengelompokan dan meningkatkan efektivitas pengangkutan untuk transportasi sampah ke tempat pemrosesan akhir.

"Kami juga memberikan Bank Sampah Induk (BSI) di enam kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi dengan kapasitas 1 ton per hari," tuturnya.

Selain itu pihaknya juga memberikan 60 tempat sampah terpilah dan 35 unit motor sampah roda tiga di 6 kabupaten/kota tersebut.

Dengan dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah dan menjadi stimulan bagi pemerintah daerah dalam mendorong pengelolaan sampah dengan paradigma dan konsep pengurangan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Reycle).

"Dengan demikian, partisipasi masyarakat dan kapasitas pengelolaan sampah daerah yg berada di DAS Citarum meningkat, sehingga dapat menurunkan beban dipemrosesan akhir (Tempat Pembuangan Akhir)," ujarnya yang dilansir dari TribunJabar.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap dengan adanya bantuan ini tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah langsung ke Sungai Citarum, sehingga dapat mengurangi sedimentasi, kekotoran dan mengurangi potensi banjir.

"Kita akan meng-copy untuk memperbanyak lebih banyak lagi, sehingga suatau hari masyarakat tinggal datang dan dikelola sampahnya tanpa membuang sampah ke Citarum. Mudah-mudahan ini diapresiasi oleh masyarakat sambil kami mengerjakan hal-hal yang sifatnya fundamental untuk mengurangi kekotoran dan potensi banjir," ungkapnya.

Disamping itu Pemprov Jabar juga telah menyiapkan proyek-proyek lain skala lingkungan kecil dan industri seperti kerjasama dengan Pegadaian terkait program waste to gold dari sampah yang bisa dikonversi menjadi gram emas yang ditabung dan suatu hari nanti bisa menjadi nilai ekonomi.

(GR)