Kamis, 23 Mei 2019 | 19:46 WIB

Ketua DPC LSM Penjara Jember: Siap Laporkan Dugaan Penggelapan Uang Ganti Rugi Musholla

foto

Administrator

Keluhan warga dan tokoh masyarakat yaitu Achmad Aris dan Dulla selaku RW Dusun Mojo, dengan temuan kasus dugaan penggelapan uang musholla ini, pada saat berkumpul dengan Muchlis, SH Ketua DPC LSM Penjara Jember.

JEMBER, Fakta Indonesia News.com -- Gudang apace dari PT. Banyu Mukti yang dimiliki oleh almarhum Bapak Joni dan sekarang diteruskan oleh Darmaji selaku  anaknya. Gudang apace yang sampai saat ini diteruskan oleh anaknya berada dikawasan Dusun Mojo Desa Biting Kecamatan Arjasa. Yang mana gudang apace yang ada bangunan musholla ditransaksikan mau dijual belikan dan akhirnya diel dengan pembelinya.

Akan tetapi setelah transaksi jual beli sudah diel antara penjual dan pembeli, malah berbuntut masalah dengan warga Dusun Mojo terkait bangunan musholla, pasalnya musholla tersebut yang dibangun pada waktu dulu adalah warga masyarakat Dusun Mojo Desa Biting. Warga masyarakat Dusun Mojo mintak ganti rugi kepada pihak gudang dan akhirnya pihak gudang memberi ganti rugi kurang lebih 275 juta. ini semua atas permohonan atau pengajuan H. Kaprawi selaku orang yang dipercaya digudang apace, sampai pengajuan /permohonan tersebut di ACC sama pemilik gudang apace yang bernama Darmaji selaku anak dari almarhum Bapak Joni.

Gudang apace yang berdiri disebelah Utara jalan, yang lokasinya didusun Mojo Desa Biting Kecamatan Arjasa tersebut, sempat jadi pembicaraan masyarakat, terkait masalah uang ganti rugi untuk pembangunan musholla yang dibangun didepan rumah Aruji selaku Ketua RT 1 RW 2, pasalnya uang yang nominalnya ratusan juta tersebut semua dikuasai oleh ketua RT yaitu Aruji.

Dari pantauan fakta Indonesia News yaitu Bapak Dolla selaku ketua RW didusun Mojo pada waktu mengatakan dirumahnya beberapa hari lalu menjelaskan, mengenai uang ganti rugi untuk pembangunan musholla kami mendapat mandat dari H. Kaprawi disuruh mencari lahan tanah kosong untuk pembangunan musholla, berhubung saya sibuk, akhirnya saya nyuruh Aruji selaku ketua RT, lama kelamaan akhirnya saya sudah tidak begitu tahu menahu masalahnya.

Akhirnya pembangunan musholla tersebut dibangun dirumah ketua RT 1 yaitu Aruji. Setelah kami selidiki-selidki sudah diwakafkan," apa ya tanah yang dibangun musholla itu betul-betul sudah diwakafkan sama Aruji selaku ketua RT, setelah itu saya sempat kres dan akhirnya sampai sekarang kami selaku ketua RW tidak tahu bagaimana perkembangannya. maka dari itu kami sempat mengadu kepada Haris selaku thomas Arjasa mengeluh dengan adanya pembangunan musholla yang dibangun didepan rumah Aruji.

 “kami butuh transparan aja terkait uang ganti rugi yang nilainya ratusan juta ini, apalagi ini uang dari gudang untuk pembangunan musholla dan untuk semua masyarakat, bukan untuk pribadi,” ujarnya serius pada saat dikonfirmasi beberapa media dirumahnya.

Menurut H. Kaprawi mengatakan mengenai musholla yang katanya dulu dibangun oleh masyarakat Dusun Mojo, sudah mendapat ganti rugi dari pemilik gudang yaitu Darmaji selaku anak dari almarhum Bapak Joni asal semarang. Bahkan sudah diganti 225 juta dan sudah diterima langsung uangnya sama Aruji Ketua RT.

“Kami tidak tahu masalah transaksi di notaris. kami cuman sebagai pemohon, kepada pemilik gudang,” jelas H. Kaprawi pada saat tanya sejumlah awak media digudang dengan nada grogi.

Berbeda dengan pengakuan Aruji selaku ketua RT, dia menjelaskan bahwa mengenai uang ganti rugi dari gudang apace, dananya 275 juta, tetapi yang kami terima uang tersebut hanya Rp. 225 juta, sedangkan pembangunannya menghabiskan sekitar Rp.175  juta,  mengenai transaksi pada waktu di notaris bersamaan dengan kepala Desa Biting..

Saat dipertanyaan kemana uang yang 50 juta  tersebut?  apakah disunat oleh oknum kepala Desa atau disunat H. Kaprawi selaku orang yang dipercaya digudang apace,  atau Aruji selaku ketua RT.??

Kepala Desa Biting Siswanto, menjelaskan terkait masalah uang ganti rugi yang jumlahnya 275 itu berupa cek dan pada waktu itu transaksi dinotaris,. setelah uang dikuasai oleh Aruji selaku ketua RT 1 RW 2 yang sampai saat ini dikuasainya. “ saya sempat telepon Aruji pura- pura tanyak apa sudah dicairkan uang tersebut,  waktu itu di jawab Aruji masih belum,” jelasnya.

Sampai bangunan musholla hampir selesai, sepeserpun saya tidak kecipratan /tidak dikasik apa-apa sama Aruji. “Kami siap dipertemukan sama yang bersangkutan semua,” Tandas Kades Biting

Camat Arjasa merintahkan Sekcam untuk memanggil yang bersangkutan dengan cara memberi undangan panggilan, intinya untuk dimediasi dikantor Kecamatan, yang bersangkutan diantaranya Kepala Desa Biting  Siswantoro,  H. Kaprawi,  dan Aruji ketua RT juga  Dulla sebagai ketua RW. dan pada waktu sebelum mediasi dimulai ketiga orang yang bersangkutan  H. Kaprawi, Aruji, Dulla pulang terlebih dahulu alias menghilang, saat di dihubungi lewat telepon alasannya ada kesibukan.

Berdasarkan keluhan warga dan tokoh masyarakat yaitu Achmad Aris dan juga Dulla selaku RW Dusun Mojo, temuan kasus dugaan penggelapan uang musholla ini, Ketua DPC LSM Penjara Jember, Muchlis, SH  akan melaporkan kasus ini kepada polisi dan akan mengusut kasus ini ke jalur hukum. Arjasa, Jember, Rabu (08/05/2019)

Sementara Darmaji, sebagai orang yang memberikan uang ganti rugi untuk musholla kepada Aruji belum bisa ditemui sampai turnnya berita ini.

( Erwin/Jen )