Skyscraper
Skyscraper

Pemdaprov Jawa Barat Akan Berikan Bantuan Keuangan untuk Pemda Kabupaten/Kota

foto

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan para Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dalam Kopdar (Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah) untuk Triwulan II 2019 di Resort Prima Sangkanhurip, Jl. Raya Panawuan No.121, Kabupaten Kuningan, Kamis 11 Juli 2019.

KAB. KUNINGAN -- Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat akan memberikan bantuan keuangan sekira Rp. 200miliar untuk setiap Kabupaten/Kota pada 2020. Bantuan ini diberikan berdasarkan pengajuan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Dalam acara Kopdar (Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah) Triwulan II 2019 di Resort Prima Sangkanhurip, Kabupaten Kuningan, Kamis (11/7/2019), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, untuk mewujudkan Jawa Barat Juara Lahir Batin, dibutuhkan anggaran sekira Rp. 800triliun. Sedangkan, APBD Jawa Barat saat ini sekira Rp 35triliun.

"Per hari ini kita hanya sanggup di Rp 200-an miliar per daerah. Kalau dirata-rata segituh," kata Emil -- sapaan akrab Ridwan Kamil-- saat ditemui usai acara Kopdar.

Maka itu, kata Emil, Pemdaprov Jawa Barat akan berupaya agar pembangunan tidak bergantung kepada APBD saja. Menurutnya, ada delapan pintu anggaran yang bisa dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan Jawa Barat. 

Selain APBD Kabupaten/Kota, APBD provinsi, dan APBN, ada lima pintu anggaran lain, yaitu dana swasta melalui KPBU (Kerja sama Pemerintah Badan Usaha) atau Public Private Partnership (PPP), obligasi daerah, dana perbankan, dana umat, dan dana CSR. 

Emil pun menyebut Pemdaprov Jawa Barat akan melobi kementerian atau Presiden, supaya bisa memprioritaskan Jawa Barat. Sebab, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.

"Kita komit (berkomitmen) bahwa sumber pembayaran pembangunan ini ada pintu APBN. Kita akan lobi, dengan hasil detail dari Tingkat II (Kabupaten/Kota) saya akan lobi kementerian atau Presiden untuk memprioritaskan Jawa Barat yang memang penduduknya, secara populasi, paling besar," katanya.

Selain itu, Emil juga menyatakan bahwa bantuan keuangan yang akan diberikan Pemdaprov Jawa Barat kepada Pemda Kabupaten/Kota tidak sembarangan. Bantuan diberikan berdasarkan kriteria tertentu, seperti jumlah penduduk dan capaian prestasi daerah. 

"Kita memberikan (bantuan keuangan) tidak asal memberi, tapi datang dari berdasarkan kualitas dan jumlah penduduk. Kemudian, prestasi Kabupaten/Kota yang bisa dikasih lebih," ucapnya.

"Termasuk siapa yang berhasil menyukseskan program provinsi lebih aktif tentu akan kita berikan tambahan," lanjutnya.

Menurut Emil, melalui Kopdar, pihaknya bisa mengetahui aspirasi Kepala Daerah se-Jawa Barat. Kepala Daerah yang hadir dapat menuturkan persoalannya terkait infrastruktur jalan, transportasi, maupun persampahan. 

"Masalah kompleksitas, sangat besar. Tapi setengah (aspirasi Kepala Daerah) adalah kembali lagi masalah infrastruktur jalan penghubung, transportasi, persampahan, dan lain-lain," ucap Emil.

"Tradisi kopdar ini sangat baik, ini adalah tradisi baru. Makin lama Insyaallah akan terjadi minimalisasi dari missed komunikasi yang mungkin kita hadapi," tutupnya.

(HJ/FD)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Giat Go To School Kapolsek Sukajadi Polrestabes Bandung
Ketum PBNU Said Aqil: Radikalisme di Indonesia Sudah Darurat
Gubernur Jabar: Kualitas dan Fasilitas Medis Indonesia Sudah Memadai
Antisipasi Banjir dan Longsor, Diskar PB Imbau Warga Jaga Lingkungan