Skyscraper
Skyscraper

Penjualan Baju Seragam SD Negeri Kudumulya Kecamatan Babakan Terindikasi Pungli

foto

CIREBON, Fakta Indonesia News.Com--Meski praktek pungli dilarang di lingkungan satuan pendidikan, namun pada kenyataannya kegiatan menyimpang tersebut selalu saja terjadi.

Hasil pantauan Fakta Indonesia News.Com di SD Negeri Kudumulya Kecamatan Babakan memperlihatkan praktek pungli masih berjalan.

Terbungkus melalui kegiatan penerimaan murid baru, sekolah tersebut melakukan giat menjual seragam sekolah kepada setiap murid kelas I SD Negeri Kudumulya, yang baru masuk. Adapun uang pakaian seragam itu dibandrol dengan harga Rp 350 ribu, terdiri dari pakaian batik, pakaian olah raga, topi, dasi, serta ikat pinggang.

Hal tersebut disampaikan salah seorang wali murid yang minta dirahasiakan namanya, saat Fakta Indonesia News.Com berkunjung ke lokasi sekolah, Rabu (07/08).

Sebagian wali murid merasa keberatan karena harga baju seragam yang dijual pihak sekolah terlalu mahal harganya, bila dibandingkan mereka membeli langsung ke toko baju. Padahal kemampuan ekonomi warga di lingkungan sekolah itu tergolong keluarga kurang mampu.

Beberapa wali murid pun mencoba menemui pihak sekolah, namun Urip, Kepala Sekolah SD Negeri Kudumulya itu tidak ada di tempat. Lantaran tak puas, permasalahan tersebut kemudian diadukan kepada UPTD Pendidikan Kecamatan Babakan.

Diterima Kepala UPTD, H Dofir, wali murid itu dijanjikan bisa ketemu dengan Kepala Sekolah. Tapi usaha itu pun gagal.

Terlebih H. Dofir pun terkesan menganjurkan  agar wali murid bisa memaklumi kebijakan yang telah dilakukan Kepala Sekolah.

Fakta ini sungguh ironis. Ternyata di saat Tim Saber Pungli telah giat-giatnya membersihkan praktek pungli, tapi di banyak satuan pendidikan, praktek pungli dengan berbagai bungkus itu masih marak terjadi.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan Pendidikan, dalam pasal 181 dijelaskan tentang larangan, antara lain menerangkan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan, baik perseorangan maupun kolektif, dilarang (a) menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan.

Merasa pengaduannya tidak mendapat tanggapan, beberapa wali murid rencananya akan membawa permasalahan tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, serta pihak lain yang dapat membersihkan praktek pungli yang terjadi di SD Negeri Kudumulya.*(Rohmat Humair).

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Dirbinmas Polda Jabar Menghadiri Grand Opening Ganesha Cafe Kodiklat Angkatan Darat
'Passing Grade' CPNS Turun, Nilai Wawasan Kebangsaan Jadi 65
Alokasikan Dana Piala Dunia U-20, APBD Surabaya Sah Rp10,3 T
PBNU Minta Kemenag Jangan Merepotkan