Skyscraper
Skyscraper

Saylapas Lahat Menampung 126 Orang Anak Yatim Piatu

foto

Kebrsamaan Anak Yatim Piatu Sesudah Shalat Isya Berjemaah

Kabupaten Lahat Sumsel, Fakta Indonesia News.com -- Kebanyakan kalau yang namanya anak yatim piatu biasanya tinggal di asrama,tapi sangat berbeda yang dilakukan Yayasan Saylapas Muqimussunah yang ada di Kabupaten Lahat, karena yayasan ini menggunakan sistem anak-anak yatim piatu tinggal di luar tanpa di tampung menggunakan asrama panti.

Pantawan media fakta indonesia nesw.Com walaupun mereka tidak tinggal di asrama,anak yatim piatu tersebut masih bisa dan tetap mendapatkan santunan setiap bulan tanpa harus berada di asrama,dan merekapun tetap bisa berkumpul dengan paman,bibi,kakek,nenek,serta keluarganya yang memelihara kehidupan mereka sehari-hari.

Selanjutnya setiap bulan tepatnya tanggal 10 para anak yatim piatu tersebut datang dan kumpul di musholah muqimussunnah yang terletak di simpang tiga kodim lama Kota
Lahat ini tutur salah satu donatur Bapak Indra sa'i yang memang suka datang disini,tampak juga hadir Ibu Ir. sri meliyana anggota komisi x DPR RI yang sedang pulang kampung halaman,Bapak Iskandar asisten 3 Pemkab Lahat.

Bapak Islahudin selaku pimpinan saylapas Lahat ini menjelaskan bahwa setiap tanggal 10 itu anak yatim piatu yang sudah ada datanya dengan pengurus saylapas datang ke musholah muqimussunnah ini di antar pihak keluarga yang memelihara mereka,selepas menjalankan shalat isya berjemaah.

Anak-anak ini mendapat santunan yang berasal dari para donatur yang hadir maupun hanya mengantarkan sumbangan dana,sehabis menerima santunan,anak-anak ini pulang kerumah lagi,saat ini saylapas lahat memelihara 126 orang anak yatim piatu pungkas bapak islahudin selaku pimpinan saylapas lahat ini. (Rs/Salman Alvarisi)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Harga Minyak RI Naik Jadi US$60,84 per Barel pada September
Desak Perppu Terbit, Ekonom Ungkap Dampak Pelemahan KPK
Kapolda Sumatra Utara Agus Andrianto : "Betul itu tembakan, peluru tajam,"
Petani Perempuan Asal Jambi Meninggal Dunia Karena Kelelahan Mengikuti Aksi Jalan Kaki