Skyscraper
Skyscraper

Kasus DBD Terus Bertambah, Jangan Salah Berantas Sarang Nyamuk

foto

Administrator

Ilustrasi Jangan Salah Berantas Sarang Nyamuk.

JAKARTA, Fakta Indonesia News.Com Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia terus bertambah, sehingga sarang nyamuk yang jadi pemicunya harus diberantas. Namun, masyarakat harus mengetahui di mana saja tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk agar tidak salah sasaran.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengingatkan setiap tempat berpotensi menjadi sarang nyamuk bila terdapat genangan air.

“Ada banyak sarang nyamuk yang harus dikenali, terutama di rumah kita. Masyarakat harus mengetahuinya agar tidak salah sasaran dalam memberantas sarang nyamuk,” ujarnya dalam keterangannya.

Tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk di rumah adalah bak kamar mandi dan toilet, tempat penampungan air, air jebakan semut (kaki meja), air pembuangan kulkas, tempat minum burung (yang jarang diganti), pot bunga, dispenser air minum (wadah limpahan airnya), barang bekas di sekitar rumah (ban, kaleng, batok kelapa, botol, gelas air mineral, potongan bambu, dan semua tempat yang bisa nenampung air).

Dr. Siti menambahkan, tempat-tempat tersebut sangat berpotensi menjadi sarang nyamuk. Masyarakat diimbau jangan sampai membiarkan air tergenang di tempat-tempat itu.

“Kalau bak mandi harus lebih sering dikuras agar tidak ada jentik nyamuk. Ada jentik berarti kita terancam demam berdarah,” ucapnya.

Satu jentik betina, kata dia, dalam 12–14 hari akan berubah menjadi nyamuk dewasa. Satu nyamuk betina dewasa sekali bertelur menghasilkan 100-150 butir telur.

Dalam sebulan nyamuk bisa bertelur kurang lebih empat kali. Jadi dalam sebulan, nyamuk bisa bertelur antara 400 sampai 600 telur.

“Jangan salah sasaran dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), bukan memotong pohon, bersih-bersih rumput, menata bunga, dan lain-lain, karena jentik tidak bersarang di rerumputan,” kata dr. Siti.

Selain itu, perlu diketahui juga jam aktivitas nyamuk Aedes Agypti dan Aedes Albopictus, yakni pukul 09.00–10.00 dan pukul 15.00–16.00. Dr. Siti juga mengimbau kepada masyarakat agar sering melakukan kegiatan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan perkampungan atau pedesaan. Pakai selalu lotion antinyamuk, terutama anak-anak saat pagi sebelum berangkat sekolah, saat bermain, dan sore hari.

(GR)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Bangga! Akhirnya WASI Pecahkan 3 Rekor Selam Dunia
SPN Cisarua Polda Jabar Bentuk Bintara Polri yang Tanggap, Tangon, Trengginas, dan Modern
Usni Hasanudin : MPR Lembaga Pemufakatan bukan Politik
BPPTKG Informasikan Gunung Merapi Kembali Lucurkan Awan Panas
Polres Tasikmalaya Ingatkan Warga Waspadai Pencurian Hewan Ternak Jelang Idul Adha
Tim Kemenpan Rb Melakukan Survey Terhadap Unit Pelayanan Publik di Polrestabes Bandung
Pemdaprov Jabar dan Kominda Teken MoU Pengamanan Aset Negara
Gubernur Jabar soal Pidato Jokowi: Mengingatkan Tantangan Indonesia di Masa Depan
Uu Imbau Warga Jawa Barat Lebih Peduli terhadap Pencemaran Udara
Penyerahan Kunci Rumah Murah Bersubsidi "Sar Bhayangkara Residence" Bagi Anggota Polres Ciamis
Kabid Humas Polda Jabar: Angela Hindriati Wahyuningsih Hilang dari Hotel Grand Cordela Kota Bandung
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial Berusaha Menekan Inflasi di Kota Bandung
Upacara Pemberian Penghargaan Kepada Personel yang Berprestasi di Polres Sumedang
DPRD Kota Depok Gelar Rapat Paripurna Laporan KUA dan PPAS
Dir Binmas Polda Jabar Memberikan Tausyiah Kepada Preman, Tukang Palkir Liar dan Pengamen
Upaya Pemdaprov Jabar Menyinergikan Pembangunan dengan 27 Pemda Kabupaten/Kota
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial Menerima Audiensi Dari PT. Telkomsel
Polwan Polres Subang Kunjungi Panti Asuhan Dalam Rangka Hut Polwan Ke-71
Kecelakaan Lakalantas Akibat Rem Blong
Bahaya Sampah Yang Berlimpah Di Ciamis, Akibat Kurangnya Kesadaran Masyarakat