Skyscraper
Skyscraper

40 Ribu Warga Palu Korban Gempa-Tsunami Masih Bertahan di Tenda Pengungsi

foto

Administrator

Ilustrasi 40 ribu warga Palu korban gempa-tsunami masih bertahan di tenda pengungsi

Jakarta, Fakta Indonesia News.Com -- Sebanyak 40.000 jiwa korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih bertahan di tenda-tenda pengungsi yang tersebar di seluruh wilayah ibu kota provinsi itu.

Anggota DPRD Kota Palu, Yopie Kekung meminta kepada ribuan warga Palu yang belum terdata rumahnya yang rusak untuk proaktif melapor ke kelurahan setempat atau langsung ke dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR). Demikian juga dengan keluarga korban meninggal atau hilang. 

"40.000 orang masih mengungsi di tenda. Silahkan laporkan siapa tahu datanya belum masuk," ujar Yopie seperti yang dilansir dari CNN Indonesia, Senin (11/2).

Dia menambahkan masih ada kesempatan bagi warga yang merasa bangunan rumahnya rusak, tetapi belum terdata di kelurahan dan PUPR. Sebab, ia mengklaim, pengungsi menjadi perhatian dan prioritas penanganan dari pemerintah setempat.

Selain memperhatikan kebutuhan pangan, pendidikan dan kesehatan, pemerintah setempat fokus pada penyelesaian data, baik kerusakan bangunan, korban jiwa maupun hilang.

Semua korban, termasuk yang rumahnya rusak ringan sekalipun dipastikan mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. Begitu pula halnya dengan ahli waris korban yang meninggal dan hilang akibat bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 lalu. 

Bencana alam yang terjadi di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong disebut sebagai gempabumi terdahsyat selama ini di Provinsi Sulteng dengan menewaskan ribuan jiwa dan memporak-porandakan bangunan rumah, perkantoran, infrastruktur jaringan listrik, irigasi, jalan, jembatan, telekomunikasi, rumah ibadah dan sempat melumpuhkan perekonomian di wilayah-wilayah terdampak.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akibat gempa 7,4 SR yang melanda Palu, Sigi dan Donggala, korban jiwa mencapai 2.113 orang, 1.309 orang hilang, 4.612 luka-luka, dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik.

(GR)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kapolsek Cinambo Polrestabes Bandung Melaksanakan Giat Penyuluhan Kepada Warga Kel Bapeng Cinambo
Warga Minta Perbaikan Bak Sampah di Perumahan Kertasari Blok 5 Ciamis
Polres Sumedang Laksanakan Kegiatan Binlat Anggota Polri 2019
Kapolres Bandung Berikan Pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada Pelajar Sms/Smk
Yana Mulyana Lantik 100 Anggota Paskibraka Kota Bandung
Super Car Seharga 2M Mengalami Kecelakaan Sampai Ringsek
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung Selenggarakan Focus Group Discussion (FGD)
Danrem 064/MY Terjun Kelokasi Gempa Bumi Yang Melanda Kabupaten Pandeglang Banten.
Perajin Asal Bekasi Sulap Bunga Telang Jadi Kerajinan dan Bahan Olahan Makanan
Kapolres Bandung Hadir Sebagai Narasumber Dalam Seminar Kebangsaan di Sman 4 Bandung
Pangdam III/Siliwangi: Sinergi yang Terjalin Terus Dibina dan Ditingkatkan.
Mts Guppi Raih Juara Dalam Kompetisi Sains di Kota Pagaralam
Raib Selama 21 Tahun Bekerja Di Arab Saudi, TKW Asal Cirebon Segera Dipulangkan
Ricky Dwi Mahasiswa KKN UGM Yang Meninggal Di Palangkaraya, Dipulangkan
Ridwan Kamil Jadi Pembicara Peaceful Dialogue di Inggris
Giat Sambang Kapolsek Lengkong Kepada Rektor UNLA Bandung
Kabid Humas Poolda Jabar: Masyarakat Senang, Polisi Hadir Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Ar-Rahman
Polrestabes Bandung Melaksanakan Silaturahmi dan Himbauan Kamtibmas di Kelurahan Cisaranten Wetan
Jokowi: Masyarakat Indonesia Kehilangan Mbah Moen Sosok Kiai yang Karismatik dan Gigih Jaga NKRI
Propam Polres Sumedang Polda Jabar Laksanakan Penegakan Ketertiban dan Kedisplinan