Jumat, 18 Januari 2019 | 02:10 WIB

Obor Rakyat Yang Masih Menghantui Pilpres, Khusunya Untuk Tim Jokowi

foto

Rey prasetyo

Ilustrasi Obor Rakyat yang sempat menjadi kontroversi dalam peredarannya pada di tengah masa Pilpres 2014 silam.

Jakarta, Fakta Indonesia News.Com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin tak khawatir dengan rencana Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setiyardi Budiono yang berencana menerbitkan kembali tabloid tersebut bulan depan atau menjelang Pilpres 2019.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga berharap kepada pihak yang ingin menghidupkan kembali Obor Rakyat bisa belajar dari pengalaman pada Pilpres 2014. Ketika itu, kata Arya, Obor Rakyat membuat berita bohong dan berisi kebencian.

"Jadi kita harapkan mereka, kawan-kawan itu dengan sadar membuat media yang baik lah bagi semua dan berguna untuk semua," kata Arya, Rabu (9/1).

Kehadiran Obor Rakyat pada Pilpres 2014 dipermasalahkan karena dianggap telah menyebarkan berita bohong.

Saat itu Setiyardi dan Redaktur Pelaksana Obor Rakyat Darmawan Sepriyosa dipolisikan karena diduga menebar fitnah terhadap Jokowi. Di pengadilan, keduanya divonis bersalah dan dijatuhi hukuman delapan bulan penjara. Saat ini keduanya menjalani masa cuti bersyarat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham.

Arya yakin Setiyardi dan Darmawan tak akan masuk ke lubang yang sama dengan menerbitkan tulisan tak valid dan bohong. Arya berharap Obor Rakyat menjadi media yang baik bagi Indonesia.

"Kalau melakukan lagi kan berati mereka niatnya bukan lagi niat membuat sebuah media yang memang bertujuan sebagai pilar demokrasi ya," tuturnya.

Lebih lanjut, Arya tak mempersoalkan bila Setiyardi dan Darmawan mendukung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hanya saja Arya menyarankan keduanya menyampaikan secara terbuka bahwa Obor Rakyat adalah media partisan terhadap pasangan nomor 02 tersebut.

"Kemudian kalau mereka melakukan fitnah itu kan sudah urusan ranah hukum. Jadi kita berbaik sangka saja terlebih dahulu kepada mereka," ucap Arya.

Setiyardi sebelumnya menyatakan tengah berbenah dan mempersiapkan penerbitan kembali Obor Rakyat. Rencananya Obor Rakyat akan berstatus badan hukum. Tim juga sedang menentukan lokasi kantor untuk dijadikan tempat memproduksi berita.

Mantan jurnalis majalah berita mingguan Tempo ini mengklaim masih banyak masyarakat yang menunggu Obor Rakyat terbit kembali. Dia memastikan bakal meningkatkan kredibilitas berita Obor Rakyat.

"Jika kami tidak kredibel, kami ditinggalkan pembaca. Tetapi buktinya kan Obor Rakyat banyak yang nunggu," tutupnya, yang dilansir dari CNN Indonesia.Com, Selasa (8/1).

Setiyardi mempertimbangkan perubahan format Obor Rakyat dari cetak ke media online. Namun dia belum mau mengungkap banyak soal isu yang diangkat Obor Rakyat.

 

(Gr)