Kamis, 23 Mei 2019 | 19:59 WIB

Dilaporkan ke Bawaslu Darmadi Durianto: Masa Diundang Acara Cap Go Meh Pelanggaran ?

foto

Ajen

Anggota DPR-RI Darmadi Durianto saat menghadiri acara Festival Cap Go Meh Krendang Raya 2019 di Jl. Krendang Raya Tambora Jakarta Barat, Minggu (24/2/2019) lalu

JAKARTA, Fakta Indonesia News.com -- Anggota DPR-RI Darmadi Durianto membantah dirinya telah melakukan pelanggaran kampanye saat acara Festival Cap Go Meh Krendang Raya Jakarta Barat yang berlangsung Minggu (24/2/2019) lalu.

Bantahan ini disampaikan terkait laporan dugaan pelanggaran kampanye terhadap dirinya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Barat.

“Saya diundang sebagai anggota DPR-RI dalam acara Festival Cap Meh Krendang Raya, apakah saya salah menghadiri undangan tersebut? Dalam pidato sambutan saya juga sama sekali tidak berkampanye, semua ada bukti rekamannya,” ujar Darmadi Durianto kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/3/2019).

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, Festival Cap Go Meh Krendang Raya tersebut merupakan event budaya tahunan di Jalan Krendang Raya yang mayoritas warganya perantau asal Kalimantan Barat.

“Bukan tahun ini saja saya diundang, tahun sebelumnya juga saya hadir dan sudah 5 tahun saya diundang hadir dan yang hadir juga bukan hanya saya saja, ada Pak Lurah dan para tokoh masyarakat, tokoh perkumpulan, saya hadir sebagai bentuk dukungan melestarikan budaya bangsa dan memperkokoh semangat kebangsaan, Tambora kebetulan dapil saya,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Krendang Raya, Phang Mui Jun. Selaku panitia, ia menegaskan bahwa acara tersebut murni untuk melestarikan budaya bangsa, bukan kampanye politik.

“Letak kampanyenya dimana? Tolong sebutkan. Kehadiran Pak Darmadi Durianto saya undang juga sebagai anggota DPR-RI, dan juga saat menyampaikan kata sambutan tidak ada ajakan seperti kampanye, justru menekankan pentingnya melestarikan budaya bangsa, semua tamu undangan yang hadir juga mengetahuinya,” tegas pria asal Singkawang yang akrab disapa Ko Ajun itu.

Ia mengatakan, penyelenggaraan acara sudah mendapat izin resmi dari pihak-pihak terkait, karena bukan pertama kali diadakan.

“Kenapa acara tahun sebelumnya tidak dipersoalkan? apakah karena tahun ini tahun politik?, saya juga paham aturan, jika ada spanduk bertebaran di Jalan Krendang ya wajar karena memang masa kampanye, dan alat peraga kampanye caleg caleg banyak bertebaran di jalan Krendang,” katanya.

“Sebagai Ketua Panitia saya juga tidak mengintruksi tim saya, termasuk para pendukung acara untuk memakai kaos atau atribut kampanye apapun bentuknya saat acara atau pawai,” sambung Ketua Umum Yayasan Rumah Kebangsaan Indonesia (YRKI) Tambora itu.

(Rk/Jen)