Skyscraper
Skyscraper

Ada Makna Tersendiri dalam Makna Baris Berbaris HUT RI Ke 74 di Kota Pagaralam

foto

Baris berbaris mempunyai makna tersendiri, di HUT RI Ke 74 Kota Pagaralam melalui dinas pendidikan adakan lomba baris berbaris tingkat Sekolah Dasar

Kota Pagaralam, Fakta Indonesia News.com -- Banyak orang beranggapan bahwa kegiatan lomba baris berbasis manfaatnya hanya untuk melatih fisik, membentuk postur tubuh, ataupun untuk melatih gerak motorik. 

 

Namun sebenarnya jika kita telaah lebih dalam lagi, setiap gerakan dalam baris berbaris memiliki hikmah yang dapat kita aplikasikan di kehidupan sehari-hari. Misalkan ketika kita baris-berbaris, pandangan kita diharuskan lurus ke depan. Hal ini mengandung arti bahwa setiap seorang muslim harus lurus dan fokus dalam satu tujuan, yaitu ridho Allah SWT.

Dalam lomba baris berbaris tingkat Sekolah Dasar(SD) yang di laksanakan hari ini Selasa (13/08/2019), Walikota Pagaralam Alpian Maskoni, SH menyampaikan kalau hikmah lain yang bisa diambil adalah belajar memimpin. Dalam sebuah pasukan, pasti ada salah seorang dari pasukan tersebut yang menjadi pemimpin pasukan. Pemimpin pasukan ini akan memberikan intruksi kepada pasukannya untuk bergerak sesuai keinginannya.

Pemimpin pasukan harus cerdas dalam mengomandoi pasukan dan mengambil keputusan. Jika tidak maka dampaknya akan dirasakan seluruh pasukan.

Tambah dia dalam memimpin, kita harus cerdas dalam mengambil keputusan dan juga harus bisa mengarahkan anggotanya agar mencapai tujuan bersama.

 

Lanjut Alpian,dalam baris berbaris ini kita juga belajar untuk dipimpin orang lain. Ketika kita berada di sebuah pasukan, kita harus selalu mengikuti apa yang diintruksikan oleh pemimpin pasukan. Jika ada salah satu orang saja bergerak tidak sesuai dengan intruksi yang diberikan, bisa dipastikan pasukan tersebut akan terlihat tidak bagus dan dapat merusak pasukan.

Jika kita aplikasikan di kehidupan sehari-hari, ketika kita dipimpin oleh orang lain, kita harus dapat bekerja sama dengan pemimpin kita.

Kadang kita lupa kalau kesuksesan organisasi yang kita bangun tidak hanya bergantung dari cara bagaimana pemimpin organisasi menggerakkan anggotanya.

Menurut Kepala dinas pendidikan dan Kebudayaan Kota pagaralam H. Cholmin  mengatakan dari fisik akan menjadi kuat dan terbiasa sehingga siswa tidak mudah pingsan apabila ikut kegiatan upacara atau kegiatan luar.

Sedangkan dari spiritual pikiran kita akan positif thingking karena diajari hal-hal yang berhubungan dengan wawasan kebangsaan, yang bisa diambil adalah rapi dan teratur. Ketika kita berada di sebuah pasukan, kita dituntut agar barisan kita lurus saf dan bajarnya serta jaraknya teratur. Kemudian dalam melakukan variasi dan formasi, kita dituntut untuk rapi setiap melakukan gerakan agar dilihat indah oleh orang lain. Dalam hidup pun, kita harus bisa rapi dan teratur dalam segala urusan.

Jadi intinya, pemimpin dan yang dipimpin adalah kedua unsur yang sama-sama penting. That’s why we have to add word “bekerjasama” to define it. Pungkasnya.

(Salman Alvarisi )

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Oktober, Harga Minyak Indonesia Turun ke US$59,82 per Barel
Kembangkan Tenun Majalaya Dengan ATBM
Juara Umum Pospenas, Jabar Sandingkan Tiga Gelar
Wagub Jabar Luncurkan Program Seribu Kentongan