Minggu, 16 Desember 2018 | 17:24 WIB

Jabar Masagi Ingin Wujudkan Karakter Generasi Milenial Melalui Kearifan Lokal

foto

Administrator

Kemeriahan launching terasa lengkap ketika ka ulinan atau permainan kincir zaman baheula dimainkan

CIREBON FAKTA INDONESIA NEWS – Cirebon  memiliki tiga irisan budaya, Sunda Priangan, Cirebonan, dan Betawian menjadi salah satu program 100 hari Gubernur Jabar, yaitu Jabar Masagi. Program ini menguatkan pondasi generasi milenial Jabar melalui nilai pendidikan karakter.

Pendidikan karakter tersebut di wujudkan dengan cara mengembalikan pendidikan budi pekerti yang mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal tiga budaya yang ada di Jabar.

"Malam ini kita akan memulai perjalanan baru dengan menyiapkan anak didik kita melalui manusia unggul Jawa Barat. Apa itu?" tanya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam paparannya saat launching Jabar Masagi di Gedung Negara, Kota Cirebon, Rabu malam (5/12).

warga unggul Jawa Barat harus mempunyai empat nilai, secara fisik harus sehat, cerdas, berakhlak, dan religius. Untuk mencapai empat nilai tersebut, kata Emil, pihaknya mempunyai strategi yang disebut Jabar Masagi.

"Menilai kualitas manusia unggul Jawa Barat harus punya empat nilai. Kita akan melakukan strategi namanya Masagi. Artinya, sudah sangat sempurna nilainya, digali dari nilai budaya Jawa Barat," ucap Emil.

Implementasi Jabar Masagi adalah seluruh program, baik di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat yang bisa merubah generasi muda di Jabar sebagai warga berbudaya. Manusia berbudaya ini memiliki kemampuan untuk bisa belajar merasakan (surti), belajar memahami (harti), belajar melakukan (bukti), belajar hidup bersama (bakti).

"Surti, kemampuan merasa atau sensitifitas. Harti kemampuan untuk mengerti, kemudian melakukan bukti atau mempraktikkan. Terakhir bakti, terlibat bersosialisasi untuk masyarakat," papar Emil.

"Mari kita lahirkan manusia atau generasi unggul Jawa Barat," ajaknya.

Jabar Masagi memiliki logo unik berwarna kuning, biru, dan hijau yang melambangkan tiga budaya yang ada di Jabar. "Ada lengkungan di logo itu menandakan M untuk Masagi. Ini ada nilai budayanya, kemudian ada irisan di tengah warna hijau. Jadi, kita doakan semua bertemu di warna hijau," terangnya.

Sebagai bentuk komitmen para kepala daerah di Jabar untuk mewujudkan program tersebut, dilakukan penandatanganan MoU antara Bupati/Wali Kota Jabar dengan Gubernur Jabar.

Pihak Dinas Pendidikan Jabar sebagai leading sector program Jabar Masagi, mengundang 612 unsur pada acara launching. Diantaranya Kepala Dinas Pendidikan 27 kabupaten/kota, Kepala Bappeda 27 kabupaten/kota, MKKS, MKPS, guru SMA/SMK/SLB hingga forum OSIS Jabar. 

Berbeda dengan  program lain, Jabar Masagi dikemas secara apik dan menarik. Prosesi awal acara menghadirkan tiga pemandu acara dengan logat bahasa Sunda, Cirebonan, dan Betawian. Saat launching, Gubernur Emil memandu langsung acara peresmian. Kemeriahan launching  terasa lengkap ketika ka ulinan atau permainan kincir zaman baheula dimainkan para tamu dan kaum milenial dari berbagai komunitas yang hadir mengisi acara.

(Rs)