Pelaku Penyiraman Air Keras Mengaku Kurang Perhatian

foto

Jakarta, Fakta Indonesia News.Com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan tersangka  penyiraman udara keras berinisial TA membuat lentera aksinya kurang mendapat perhatian dari kakak perempuannya.

Berdasarkan Keterangan FY, sudah diketahui yang pernah jatuh dan sudah selesai robek di bagian kepala. Atas dasar itu, saat beraksi tersangka selalu menyasar perempuan sebagai korbannya.

"Pertanyaannya kenapa korbannya perempuan semua, karena kakaknya perempuan, itu alasan yang harus dihindari," tutur Gatot di Polda Metro Jaya, Senin (18/11).


Namun, saat penyidik meminta keterangan dari kakak perempuan, FY yang diundang memberikan perhatian kepada kakaknya.

Karenanya, disampaikan Gatot, penyidik masih terus memperbaiki motif FY melakukan aksi penyiraman air keras.

Gatot menuturkan dari hasil pengembangan oleh penyidik, diperoleh fakta baru bahwa FY bukan hanya tiga kali beraksi. Melainkan sudah empat kali beraksi di wilayah Jakarta Barat.

Aksi pertama TA dilakukan pada 3 November di dekat Polsek Kebon Jeruk. Namun, saat itu tidak menimbulkan korban dan tidak ada laporan polisi.

Sebelumnya, polisi mengabaikan bahwa TA telah beraksi sebanyak tiga kali, yaitu pada 5, 8, dan 13 November.


Seluruh aksi penyiraman terjadi di wilayah Jakarta Barat. 
Akibat aksi itu, enam orang terluka, berganti pelajar, sisanya pedagang sayur.


"Tanggal 3 November, TA pernah lagi (menyiramkan udara keras), soda apinya sedikit, jadi tidak terdampak, tidak ada korban, dan tidak ada yang melapor," ujar Gatot.

FY berhasil ditangkap pada Jumat (14/11) lalu sekitar pukul 18.30 WIB di sekitar Gang Mawar, Srengseng, Jakarta Barat.

Polisi menjerat TA dengan Pasal 80 ayat 2 jo 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Undang-Undang Perlindungan Anak dan pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan.

 

Bagikan melalui
Berita Lainnya