GNPF Kini Giliran Bakal Polisikan Sukmawati

foto

Sukmawati Soekarnoputri

Jakarta, Fakta Indonesia News.Com - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama  (GNPF-U) meminta Sukmawati Soekarnoputri untuk  mempertanyakan Nabi Muhammad Saw. GNPFakukan Sukmawati telah melakukan penistaan terhadap agama.

Laporan serupa sebelumnya telah dilakukan di pihak lain, salah satunya Front Pembela Islam (FPI). FPI melaporkan Sukmawati ke Bareskrim, Rabu (20/11) kemarin.

"Saya mewakili GNPF-Ulama ulama insya Allah akan melaporkan Sukmawati ke polisi karena ia telah berkali-kali melakukan penodaan agama Islam, kata Sekjen GNPF-U Edy Mulyadi dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (20/11).


Laporan ini, kata Edy, juga tak lepas dari pernyataan MUI yang resmi disetujui yang menyatakan Sukmawati melanggar hati umat Islam.

Edy menerangkan, membuktikan Sukmawati tidak membandingkan Sukarno dengan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW adalah seorang maksum yang memiliki keistimewaan sebagai seorang nabi. Hal itu berbeda dengan Sukarno yang hanya manusia biasa dan tidak layak dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW.

Edy menambahkan pelaporan ke polisi tersebut akan didampingi dari Tim Bantuan Hukum GNPF-Ulama. Mereka adalah Aziz Yanuar P, Reynaldi Syahputra, Hujjatul Baihaqqi, Dwi Heriadi, Irfan Ardiansyah, dan Rinaldi.

"Saya berharap dan percaya polisi kali ini akan mempertimbangkan profesional dan proporsional. Polisi akan menyetujui dan memproses laporan dugaan penodaan agama yang dilakukan Sukmawati sesuai hukum yang berlaku," ungkap Edy.


Selain itu, dia juga beranggapan bahwa Sukmawati sudah beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang menodai agama. Menurutnya, pengakuan Sukmawati telah melukai perasaan umat Islam.

Sukmawati sendiri menyebut video yang disebarkan di media sosial telah diedit. Bukan sepenuhnya seperti yang dia sampaikan.

Dalam potongan video yang disetujui, Sukmawati berkata, "Mana yang lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di Abad 20, apakah nabi yang mulia Muhammad? Ir. Sukarno untuk kemerdekaan?".

Video editan tersebut kemudian menjadi pemberitaan di sejumlah media yang menyebut Sukmawati membandingkan layanan Sukarno dan Nabi Muhammad.

"Saya tidak membandingkan dan tidak ada kata jasa," ucap Sukmawati, pada Sabtu (16/11). 

 

Bagikan melalui
Berita Lainnya