Pemdes Talok dan PT. Pos Indonesia Cabang Tigaraksa Bantah Adanya "Main Mata"

foto

-Dok. Giat Penyaluran BLT Pemdes Talok

Kabupaten Tangerang, FaktaIndonesiaNews.com-- Terkait adanya sebuah pemberitaan salah satu Media Online yang dirasa telah menyudutkan, Pihak Pemerintah Desa Talok Kecamatan Kresek, Khodri selaku Sekdes Desa Talok, telah memberikan klarifikasi dan bantahan lengkap soal isu dugaan tersebut (23/07/2021)

"Adanya Oknum Perangkat Desa yang menyelewengkan Dana Bantuan BST Kemensos RI, itu tidak benar," ucapnya

Setidaknya terdapat tiga poin yang disampaikan orang nomor Dua di Desa Talok tersebut dalam merespons isu yang berkembang

Pertama, meminta masyarakat terutama para awak media/jurnalis dan Lembaga untuk bersikap kritis terhadap isu - isu dan berita yang beredar, agar bisa dipastikan kebenaran dari isu tersebut. Bahkan menurut Khodri, isu dugaan yang menerpa Pemdes Talok ini bisa menjadi momentum untuk mengejar isu tersebut sampai dipastikan validitasnya," tegasnya

“Saya rasa teman-teman media, bisa memanfaatkan ini untuk kesempatan kritis karena kalau ada berita seperti itu Anda kejar, di mana lokasinya, di mana alamatnya, di mana nomornya. Jadi beritanya itu lengkap,” ujarnya.

Kedua, kata Sekdes Talok, penulis berita setidaknya mempunyai tanggung jawab untuk mendapatkan bukti atas tulisannya. Dengan bukti tersebut, nanti bisa menunjukkan sebuah isu dan berita sahih atau tidak. Khodri menginginkan penulis bisa mengetahui detail yang dituduhkan kepada Pemdes Talok mulai dari lokasi, alamat bahkan kepemilikan rumah tersebut.

“Jadi ini kesempatan buat teman - teman dan teman - teman bisa menunjukkan ini berita yang sahih atau berita yang tidak sahih karena tanggung jawab penulis berita adalah membuat bukti atas berita yang ditulis,” tandas Khodri

Ketiganya, menerapkan salah satu prinsip dalam hukum, yakni siapa yang mendalilkan, maka dia harus membuktikan. Bagi Khodri, beban pembuktian isu tersebut tidak terletak pada Pemdes Talok, tetapi pada pihak - pihak yang telah menuduhnya," terangnya.

Saat ditemui awak Media, Sartaji selaku Ketua Tim penyaluran BST dari Kantor Pos cabang Tigaraksa, mengatakan, "Soal penyaluran BST Kemensos RI kami telah distribusikan ke Desa - desa dan serahkan langsung kepada penerima manfaat sesuai SOP

“Namun kami juga meminta Surat Berita Acara serta pertanggung jawaban pihak Desa setempat, apabila ditemukan adanya salah satu keluarga Penerima Manfaat yang, belum sempat diambil, ketinggalan ataupun data susulan," terangnya

Asal ada Surat kuasa dan Penangung jawab dari Pemerintah Desa/Kelurahan serta bukti foto penyerahannya kepada sang penerima manfaat,” kata Sartaji kepada awak Media

Sementara itu,,Jamaludin selaku Ketua Perwakilan Treiler (Juru bayar) PT.Pos Indonesia Cabang Tigaraksa mengatakan, 

"Silahkan buktikan, jika memiliki bukti - bukti tersebutt, maka bisa langsung laporkan ke KPK," tulisnya.

"Coba ya yang nuduh tolong buktikan tuduhannya. Tuduhan itu kan urusan hukum, langsung saja laporkan KPK kalau punya bukti. Kecuali kalau memang tujuannya sekadar merusak nama baik," tandas dia

Kalau yang disebutkan, saya tidak perlu membuktikan, yang membuktikan yang menuduh,” tegas Jamaludin

Menurut Jamaludin, Jika ditelusuri menggunakan mesin pencarian Yandex Reverse Image Search, dan sejumlah situs media di Google " Cek Bansos Kemensos" tidak semua yang diunggah benar bahkan ada Situs dan Link yang palsu," ucapnya

Tadi saya sudah tanya dan pastikan, isu ini juga telah dibantah dengan keras oleh anggota Tim pihak Kantor Pos Giro Tigaraksa.

Pihak Kantor Pos Giro Tigaraksa hanya menyalurkan saja, kepada masyarakat penerima manfaat. Terkait data rill masyarakat yang sudah dicairkan atau adanya dugaan manipulasi data, itu bukan kewenangan kami, itu kewenangan kantor pusat," ucapnya

Memang untuk penyaluran BST Kemensos Bulan Mei terbagi menjadi 2 kali penyerahan pada tanggal 15 dan tanggal 30 Juni lalu, seingat saya," papar Jamaludin

Karena 2 kali (red.tgl 15 dan 30) penyaluran dianggapnya oleh masyarakat yang pada tanggal 15 sudah menerima tidak menerima kembali, di tanggal 30, jadi dibikin gaduh," ungkap Jamal

Karena itu, Jamaludin secara tidak langsung menantang pada penuduh untuk membuktikan jika dikatakan adanya "Main Mata" Oknum PT.Pos Indonesia dengan Pihak Pemdes Talok terkait dugaan tersebut.

Jamaludin selaku perwakilan dari Koordinator Penyaluran Program BST Kemensos (red.PT. Pos Indonesia Cabang Tigaraksa) juga sebenarnya punya hak menuntut balik para penuduhnya jika isu yang digulirkan tidak terbukti, namun dia tampaknya tidak mengambil langkah tersebut.

Dari penelusuran Awak media di lapangan, Stetment dan pernyataan salah satu oknum anggota BPD Desa Talok tersebut sarat dengan muatan politik pasca Pilkades 1 Tahun lalu. Hal ini bisa dilihat dari upaya dan niatan Pemerintah Desa Talok yang menginginkan persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan dan musyawarah tetapi bertepuk sebelah tangan

Bahkan Deden salah satu Staff Desa Talok ketika ditemui di kediamannya menjelaskan,"Saya sudah koordinasi dan berikan pemahaman terkait hal itu kepada pihak keluarga Penerima Manfaat, soal bagaimana mekanismenya dari Kantor Pos, kami pihak perangkat Desa Talok hanya bertugas mendampingin saja, sedangkan Barcode atau Danom saya berikan kepada para RT/RW untuk dibagikan kepada masyarakat," ujarnya

Jadi tidak benar adanya, jika pihak Pemdes Talok atau RT/RW yang diduga mengelapkan maupun mencairkan dana BST Kemensos itu tanpa sepengetahuan penerima manfaat," pungkasnya

(Red)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Rayakan Harpelnas, Protecting and Empowering Menjadi Fokus Utama BPJS Ketenagakerjaan
Bhabinkamtibmas Polsek Mancak Polres Cilegon, Kunjungi Warganya Yang Terkena Tumor Ganas
DPC Partai Demokrat Pandeglang Gelar HUT Demokrat Ke- 20 Secara Virtual
Anggota Media Online Indonesia (MOI) Ikut Vaksin Yang di Gelar di Polsek Balaraja Polresta Tangerang