Skyscraper
Skyscraper

Kang Emil Sebut Pemerintah Dorong Perekonomian Nasional dengan Investasi

foto

JAKARTA, FaktaIndonesiaNews.Com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, atensi pemerintah untuk mendorong investasi nasional tertuju pada investasi. Terlebih, ekonomi global sedang dalam masalah perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok dan Covid-19. 

“Presiden meminta gubernur, bupati, wali kota siap-siap dengan Omnibus Law. Salah satunya (rancangan) undang-undang Cipta Karya yang sedang diselesaikan, diterbitkan dapat dilakukan setelah kita yang mengawal, ”kata Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil - saat membuka Rakornas Investasi 2020: Investasi untuk Indonesia Maju di Hotel Ritz Carlton Pacific Place , Jakarta.

Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, Kang Emil meminta proses perizinan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dipermudah. 

"Makanya di Jawa Barat, pernah saya lakukan di Kota Bandung, bisa kita perkuat, yaitu kalau kelas menengah bawah bisnisnya cukup diterima saja," ucapnya.

“Jadi, cukup dengan SIUP (Tanda Izin Usaha Perdagangan), dia langsung bisa berbisnis di mana saja. Nanti kita cek, bisa dilepaskan atau tidak dilawan, ”imbuhnya.

Menurut Kang Emil, perizinan dan tata ruang menjadi salah satu masalah dalam investasi dan kesulitan di Indonesia. 

Dalam rakornas tersebut, Presiden RI mengatakan bahwa itu adalah ekonomi global yang ada pada posisi yang tidak baik karena berbagai hal. Meski demikian, Presiden RI menjamin pemerintah akan terus meningkatkan dana bantuan nasional, salah satunya melalui peningkatan investasi. 

“Oleh sebab itu, kunci –karena pasarnya turun, enggak mungkin kita ingin naik ekspor, itu enggak mungkin, karena semuanya pasarnya turun. Satu-satunya jalan untuk meningkatkan, untuk mendorong ekonomi, itu hanya satu, investasi, ”kata Presiden RI.

Peningkatan investasi, kata Presiden RI, tidak hanya harus tertuju pada investasi dengan skala besar, tetapi juga meningkatkan investasi akses permodalan usaha-usaha kecil dan menengah.

“Investasi itu bisa yang kecil-kecil, bisa yang tengah-tengah atau yang gede. Yang kecil– misalnya -dalam Omnibus Hukum itu perizinan untuk usaha-usaha kecil, yang menengah ini dipermudah dan mungkin hanya pendaftaran. Dan mereka bisa mengakses (langsung) ke modal, ke keuangan, ”ucapnya.

"Kita ingin mendapatkan peringkat-nya semakin baik, jadi pemerintah pusat, pemerintah provinsi itu harus semuanya bekerja sama dalam satu garis yang sudah kita sepakati," tambahnya.

Presiden RI pun optimistis tingkat pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini akan mencapai target, yaitu 5,3 persen. Hal itu bisa terealisasi sesuai nilai investasi sesuai target, yakni sekitar Rp 900 triliun. 

"Masuk akal (tingkat pertumbuhan ekonomi 5,3 persen) jika target investasi yang kita berikan kepada BKPM yang disetujui, yaitu kurang dari Rp 900 triliun," katanya.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
HMSI Universitas Nusa Putra Perdalam Bisnis Startup
Jokowi Rogoh Rp6 T Asuransikan Petugas Medis Tangani Corona
Pemprov Jatim dan Belanda Jajaki Kerjasama Infrastruktur dan Ekonomi
Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo sosialiasi pencegahan COVID-19 di CFD Bandung