Wabup Garut : Entaskan Kemiskinan Dengan Mengubah Mental Miskin

foto

GARUT, FaktaIndonesiaNews,Com - Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyatakan sebelum melakukan penanggulangan kemiskinan berupa program fisik, menurutnya harus memahami terlebih dahulu anatomi kemiskinan.

"Sebenarnya sebelum kita melakukan penanggulangan yang berupa program berupa fisik kita harus memahami dulu anatomi kemiskinan ternyata saya tidak berharap adanya kemiskinan kalau mentalnya tidak mengharuskan yang saya khawatirkan itu, kemiskinan yang dilengkapi dengan mentalnya," ujar Helmi dalam sambutannya di hadapan peserta Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Kabupaten Garut yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Garut di Hotel Augusta Kabupaten Garut, Selasa (24/11/2020).

Kalau mentalnya sudah berubah, lanjut Helmi, maka langkah pemerintah akan mudah mengubah masyarakat. "Karena kalau mentalnya sudah berubah sebenarnya langkah kita akan mudah mengubah masyarakat kita dari masyarakat miskin ke masyarakat tidak miskin. Bagaimana merubah mentalitas miskin juga ada dalam diri kita. Jadi kalau saudara - saudara sudah membunuh mentalitas miskin akan lebih kaya dari sekarang," ucapnya.

Mental ini mempengaruhi cara berpikir masyarakat, lanjut Helmi, maka dari itu perlu diperhatikan agar masyarakat bisa merubah cara pola pikir agar kemiskinan di Kabupaten Garut bisa teratasi. Perlu adanya koordinasi dengan pihak lain dalam metode mengubah pola pikir masyarakat terutama dari segi agama.

Helmi menyampaikan mental miskin dan mental kaya memikili perbedaan yang tipis. Meskipun begitu, imbuh Helmi, mengubah mental itu bukan sesuatu hal yang mudah diterima oleh hati. "Memang mengubah mental itu bukan sesuatu hal yang mudah diterima sama hati yang tulus dan ikhlas. Nah membuka hatinya ini yang sulit," tutur Helmi.

Sementara itu, Kepala Bappeda Garut, Agus Ismail, mengatakan, program penanggulangan kemiskinan merupakan persoalan mendasar yang menjadi pusat perhatiaan pemerintah guna. Pihaknya telah melakukan banyak formulasi untuk penanggulangan kemiskinan ini, namun belum ada hasil yang memuaskan. "Semua kebijakan tersebut (penanggulangan kemiskinan) belum bisa memberikan hasil yang memuaskan. Beberapa program kurang sesuai dengan kondisi wilayah setempat, bahkan disinyalir bantuan untuk masyarakat miskin kurang sesuai dengan sasaran kebijakan pengentasan, kemiskinan kebanyakan belum bisa mengakomodasi potensi wilayah," pungkasnya.

Untuk itu, jelas Agus, kegiatan rapat koordinasi ini adalah dalam rangka evaluasi penanganan kemiskinan di Kabupaten Garut serta merumuskan kebijakan program penanggulanan kemiskinan di Kabupaten Garut.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kantor Pos Bekasi Salurkan Rp2,8 Miliar Banprov Jabar
Yuk Membuat Eco Enzyme, Cairan Sejuta Manfaat
BJB Garut Berikan Bantuan Untuk Korban Longsor di Talegong dan Singajaya
Lewat Buruan Sae, Pemuda Mandiri Sukawarna Makin Mandiri