Skyscraper
Skyscraper

Sidang Kasus Penganiayaan Cukup Panjang, Keterangan Saksi Berbelit-belit

foto

tim kuasa hukum

Bandung, faktaindonesianews.com- Persidangan kasus dugaan penganiayaan  terhadap Almarhum Adung kembali digelar di Pengadilan Negeri Bale Bandung, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Sidang beberapa hari lalu dimulai pukul 13.00 WIB tersebut direncanakan menghadirkan lima orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Saksi pertama yang dihadirkan  yakni Imam,  yang merupakan anak korban. Sayangnya, saksi yang satu ini berbelit-belit dalam memberi keterangan dan hanya mendengar kejadian dari cerita orang di sekitar rumah (alm) orang tuanya.

Semua keterangan yang disampaikan saksi tersebut, beberapa di bantah oleh terdakwa, bahwa pernyataan saksi tidak benar, di saat saksi  menyatakan melihat dan mendengar saat kejadian, waktu di interogasi oleh Majelis dan Penasehat Hukum terdakwa seperti yang tidak yakin apa yang dilihat dan di dengar. kemudian Imam mengelak bahwa dirinya tahu kejadian yang  menerangkan begitu, tapi Imam tidak bisa menunjukkan bukti kalau orang tuanya dianiaya.

Salah satu PH, Tonny Supriayadi, SH.MH mengatakan keterangan saksi lainnya, cepy saat memberi kesaksiaan menclang-mencleng di persidangan, tentu keterangan yang berbelit-belit seperti itu sudah bisa menjadi acuan buat hakim untuk menyatakan bahwa Cepi tidak kooperatif dan tidak jelyas.

“Karena selain pembunuhan ini bukan semata-mata akibat penganiayaan, keterangan dari para saksi cepy dan sona sudah berbelit-belit dipersidangan, bahkan bila terbukti mereka memberi keterangan tidak benar kami penasehat hukum berharap para saksi dijatuhi hukuman” Imbuh Tonny Supryadi, pada media di Bandung, Senin (27/07/2020)

Usai mendengarkan dua pernyataan yang berasal dari tetangga terdakwa ibu Aah dan ibu Sumarni bahwa ada tiga kali pemukulan terdakwa Anung pada Adung di saat waktu dan tempat melihat kejadian yang berbeda, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung yang dipimpin oleh Hakim Ketua DIinahayati Syofyan, SH.,MH .

Kasus ini terkait perkara pembunuhan terhadap Adung dikampung Nyepet Buki dan beberapa waktu yang lalu.

Sidang diskors hingga istirahat sholat," kata Ketua Majelis Hakim, DInahayati Syofyan, SH.,MH .

Persidangan berjalan cukup panjang . Terlihat para saksi menanggapi pada Majelis Hakim memberikan keterangan yang berbelit-belit.

Sementara itu kordinator tim kuasa hukum, Dr Yopi Gunawan, SH.MM MH. CTL mengatakan dalam sidang saksi jelas seperti aneh keterangan serta kesaksiannya, saksi  melihat jelas terhadap terdakwa (Almarhum Adung) warga desa  Cimaung, di waktu terdakwa berkelahi (saksi) dan ada yang melihat dan melerai tapi saat keterangan memukul tidak jelas.

Ditambahkannya bahwa perkara ini sepertinya copy paste karena dalam sidang pemeriksaan saksi semua saksi yang diperiksa mengatakan dipukul tiga kali padahal mereka melihat tidak secara bersama-sama ada yang diberitahu oleh tetangga sebelah, ada juga yang mengatakan korban disiksa dimana kejadian sudah selesai.

“Tapi saksi bisa melihat dengan jelas bahwa terdakwa memukul tiga kali juga, ini yang tidak masuk akal,”tandasnya.

Sedangkan tim kuasa hukum Probono dalam pembelaannya, merupakan pemberian layanan hukum yang Cuma-cuma.

(Tim)

 

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Pemeriksaan Gubernur Jabar Terkait Kegiatan Rizieq Shihab di Bogor Akan Dilakukan TIm Gabungan Polda
Wakil Bupati Sampaikan Potensi Kopi Garut di Musdalub APEKI DPD Jabar
KPK Tahan Anggota DPRD Jawa Barat Abdul Rozak Muslim
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Proyek Infrastruktur Kota Banjar