FAKTA ADS
FAKTA ADS

Polri Segera Periksa Eks Napi Richard Kountul di Kasus Maria Lumowa

foto

Jakarta, FaktaIndonesianews.Com - Bareskrim Polri akan memeriksa eks Napi Richard Kountul (RK) sebagai saksi terkait tersangka kasus pembobolan Bank BNI Rp 1,7 triliun. Maria Pauline Lumowa. Polri akan melakukan pendalaman soal penunjukan RK sebagai direktur PT MT dalam kasus Maria.

"Upaya selanjutnya oleh penyidik, dalam waktu dekat adalah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap RK terkait dengan penunjukan dirinya sebagai direktur PT MT, kemudian mengonfirmasi surat pernyataan serta memperdalam peran tersangka," kata Karopenmas Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2020).

Awi menjelaskan, hasil penyidikan sementara Maria, RK diketahui telah menandatangani dokumen untuk tersangka Maria. Atas permintaan Maria, PT MT mentransfer LC (letter of credit) yang sudah dicairkan dan dikonversi ke USD ke dua perusahaan lain.

"Dari hasil sementara penyidikan, didapatkan bahwa saksi atas nama RK selaku direktur PT MT telah menandatangani sejumlah dokumen untuk MPL. Kemudian pada 13 juli 2003, PT MT mencairkan LC sebesar 4,8 juta EU dan dikonversi ke USD dan mentransferkan ke 2 perusahaan, yaitu PT APB dan PT OMI atas perintah MPL selaku pemilik perusahaan," jelasnya.

Selain itu, Awi menuturkan, tim penyidik Bareskrim Polri juga akan melakukan pemeriksaan terhadap tiga bank swasta. Pemeriksaan terkait aliran dana dan LC fiktif tersebut.

"Di samping itu penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap tiga bank swasta terkait dengan aliran dana dengan LC fiktif tersebut," tuturnya.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri telah memeriksa narapidana Adrian Herling Waworuntu atau AHW sebagai saksi dalam kasus Maria. Polisi menyebut keterangan Adrian menguatkan pemeriksaan Maria.

"Kami sampaikan keterangan dari saksi AHW oleh penyidik dianggap menguatkan karena dua-duanya berbuat yang sama," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/7).

"Menguatkan penjelasan yang diberikan pada saat yang bersangkutan sebagai tersangka atau terdakwa pada kasus yang sama," sambungnya.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Terbukti Terima Suap, Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Divonis 6 Tahun Penjara
KPK Pastikan Tidak Akan Tunda Proses Hukum Calon Kepala Daerah
Wakil Jaksa Agung Jelaskan Nasib Barang Bukti Rp 546 M Kasus Djoko Tjandra
KPK Panggil 14 Saksi Dalami Kasus Pengadaan Tanah RTH Pemkot Bandung