FAKTA ADS
FAKTA ADS

Sederet Harta Nurhadi Disita KPK dari Vila Mewah hingga Kebun Sawit

foto

Jakarta, FaktaIndonesiaNews.Com - Tersangka kasus suap dan gratifikasi, Nurhadi, memiliki harta Rp 33 miliar. Satu per satu harta dan aset Nurhadi yang sempat buron 4 bulan itu kini disita penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono, dan Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto sebagai tersangka dalam kasus ini. Ketiganya dijerat sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar, terkait pengurusan sejumlah perkara di MA.

Penerimaan tersebut terkait dengan perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010. Kemudian, pada Senin (1/6/2020) malam, KPK menangkap Nurhadi dan Rezky Herbiyono di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi buron selama hampir 4 bulan.

Nurhadi menjalani rangkaian pemeriksaan di KPK. Dia juga diklarifikasi atas kepemilikan harta dan asetnya.Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun hingga kini Hiendra Soenjoto belum juga tertangkap.

Berdasarkan data LHKPN yang didapat detikcom, Nurhadi tercatat terakhir kali melaporkan kekayaannya kepada KPK pada 7 November 2012 selaku Sekretaris MA. Total harta kekayaannya Rp 33,4 miliar.

Kini, penyidik KPK mulai menyita sejumlah kekayaan Nurhadi.

KPK menyita aset Nurhadi berupa kebun kelapa sawit di Sumatera Utara.

"Tim penyidik KPK yaitu pemeriksaan saksi-saksi dalam rangka penyitaan barang bukti berupa dokumen-dokumen dan lahan kelapa sawit yang tersebar di beberapa kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Padang Lawas yang diduga terkait dengan tersangka NHD (Nurhadi)," ujar Plt Jubir KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Rabu (12/8/2020).

Menurut Ali, penyidikan ini dilakukan bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Lawas, Sumatera Utara, Kristanti Yuni Purnawanti.

KPK berkoordinasi dengan Kejari Padang Lawas untuk memeriksa keterangan saksi terkait kebun sawit Nurhadi.

"Koordinasi ini dilakukan dalam bentuk peminjaman ruang kerja sebagai tempat pemeriksaan saksi-saksi dalam rangka penyitaan dan bantuan pengamanan dari personel Kejaksaan Negeri Padang Lawas Sumatera Utara," jelas Ali.

Vila Mewah di Bogor Disegel

Penyidik KPK melakukan penyitaan vila mewah Nurhadi di Bogor.

"Penyidik KPK mendatangi vila di Gadog, Bogor, untuk melakukan penyitaan terhadap aset tanah dan bangunan yang diduga ada hubungan kepemilikan dengan tersangka NHD (Nurhadi) tersebut," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (7/8/2020).

Tim KPK tiba di vila yang berlokasi di Jalan Cikopo Selatan, Kecamatan Megamendung, Kabipaten Bogor ini pada Jumat 7 Agustus 2020 sekitar pukul 10:00 WIB.

Setibanya di lokasi, rombongan KPK langsung memasuki area vila milik Nurhadi melalui gerbang utama.

Vila milik Nurhadi berada persis di pinggir Jalan Raya Cikopo Selatan, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Seberapa mewah vila itu? Informan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) memberi tahu vila milik Nurhadi lokasinya juga tidak jauh dari Pusdiklat Mahkamah Agung (MA). Vila itu dibangun sangat asri dengan kolam renang menghadap hamparan pegunungan.

Area vila dibatasi dengan pagar tembok setinggi sekitar 2 meter dengan gerbang terbuat dari kayu. Bangunan utamanya adalah sebuah rumah joglo besar. Gedung itu dipadu dengan arsitek minimalis yang apik.

Lalu dibuat pula kamar-kamar untuk tamu dengan taman yang indah. Parkiran bisa menampung belasan kendaraan roda empat. Informan MAKI pernah melihat mobil sport terparkir di tempat tersebut. Total luas vila lebih dari 1 hektare.

Setelah lama berada di dalam vila milik Nurhadi, petugas KPK kemudian keluar untuk memasang stiker penyitaan. Stiker penyitaan oleh KPK terpasang di gerbang utama vila. Usai memasang stiker penyitaan, mereka langsung pergi meninggalkan vila menuju Jakarta.

Mobil Mewah dan Moge

Selain menyita aset tanah dan vila, penyidik menyita berbagai kendaraan di sana. Ada mobil mewah, motor gede (moge), hingga sepeda.

"Termasuk pula dilakukan penyitaan sejumlah kendaraan bermotor berupa belasan motor besar/moge, mobil mewah, dan sepeda yang diamankan penyidik KPK saat melakukan penggeledahan beberapa waktu yang lalu," ungkap Ali.

Sebelumnya diberitakan, Nurhadi diperiksa untuk mengkonfirmasi dugaan kepemilikan barang-barang di vila itu.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
AKB Diperketat, Tak Taat Kena Sanksi
KPK Panggil 14 Saksi Dalami Kasus Pengadaan Tanah RTH Pemkot Bandung
Wakil Jaksa Agung Jelaskan Nasib Barang Bukti Rp 546 M Kasus Djoko Tjandra
KPK Pastikan Tidak Akan Tunda Proses Hukum Calon Kepala Daerah