Skyscraper
Skyscraper

Evaluasi Perizinan Kegiatan, Walikota Tasik: Jika Berisiko, Mohon Maaf Tidak Bisa Diakukan

foto

TASIKMALAYA, FaktaIndonesiaNews.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mencatat penambahan kasus yang cukup tinggi selama sepekan terakhir. Setidaknya terdapat penambahan 10 kasus terkonfirmasi positif dalam waktu tujuh hari ke belakang.


Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengakui adanya peningkatan signifikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di daerahnya. Menurut dia, penginkatan itu harus menjadi pengingat kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Ia menilai, saat ini sedang memasuki gelombang kedua penyebaran Covid-19.

"Kita lihat di Jakarta itu ambulans sampai antre masuk ke Wisma Atlet. Ini jangan sampai terjadi (di Tasikmalaya)," kata dia, Kamis (17/9).

Untuk mengantisipasi pelonjakan kasus yang lebih tinggi, Budi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya akan mengevaluasi kebijakan terkait perizinan kegiatan yang mengundang massa dalam jumlah banyak. Sebab, massa yang berkerumun berpotensi lebih besar dalam penyebaran Covid-19.

Ia meminta masyarakat untuk memahami dengan tidak melakukan kegiatan yang mengundang orang banyak. Hal itu dinilai demi keselamatan banyak orang.

"Kalau pemerintah menilai kegiatan itu bisa berisiko, maka mohon maaf. Tidak bisa (diakukan), kecuali bisa menyesuaikan protokol kesehatan," kata dia.

Menurut Budi, sarana dan prasarana di daerah tak bisa disamakan dengan kota besar. Artinya, menurut dia, daerah memiliki keterbatasan dalam pelayanan untuk penanganan pasien Covid-19.  

"Jangan sampai kasus melebihi kapasitas pelayanan. Mangkanya kita jaga protokol kesehatan," kata dia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya hingga Kamis, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah itu berjumlah 69 kasus. Sebanyak 49 orang telah dinyatakan sembuh, 16 orang masih menjalani perawatan, dan empat orang meninggal dunia.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Pemprov Jabar Tunjuk HM Yusuf Laksanaan Tugas Walikota Tasik
Pemkab dan DPRD Tasikmalaya Sepakat Tolak Omnibus Law
Hadiri Ultah Anak Pengusaha Bordir, Ratusan Orang Keracunan Nasi Kuning
PJS BUPATI TASIKMALAYA HADIRI DIALOG GENERASI MUDA SMK BANGUN INDONESIA