Satu ASN Terpapar Corona, Kantor Kecamatan Cihideung Ditutup

foto

TASIKMALAYA, FaktaIndonesiaNews.com – Kantor Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya terpaksa ditutup. Karena ditemukan adanya seorang pegawai terpapar Covid-19.

Pelayanan di Kecamatan itu akan dihentikan sementara untuk proses sterilisasi dari Covid-19 agar tak menyebar ke petugas lainnya. Ada pun penutupan layanan itu berlaku untuk 3 hari kedepan. Setelah melewati masa itu, pelayanan akan dibuka kembali.

“Pelayanan di Kantor Kecamatan Cihideung kita tutup sementara untuk tracing,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat kepada wartawan, Kamis (12/11) .

Selain Puskesmas Cihideung, Dia menyebut, hal serupa terjadi di Puskesmas Kahuripan. Seorang tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas terpapar corona.

“Ini Puskesmas (Kahuripan) kita tutup selama 3 hari ke depan. Kita akan lakukan tracing dan test untuk karyawan di sana supaya tidak menular ke yang lain,” sambungnya.

Uus pun membenarkan adanya salah seorang pegawai Lapas Kelas II B Tasikmalaya yang terpapar Covid-19.

“Di Lapas juga ada. Kita akan tracing secepatnya,” singkatnya.

Sementara itu pegawai Lapas yang diduga terpapar Covid tersebut kabarnya warga Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi. Sedangkan pegawai Puskesmas Kahuripan dan pegawai Kecamatan Cihideung belum diketahui warga mana.

Plt Wali Kota Tasik, HM Yusuf menuturkan, untuk yang terpapar di Kantor Kecamatan Cihideung adalah seorang ASN dengan jabatan Sekretaris Camat.

“Covid-19 ada peningkatan. Kemarin ada tambahan tiga orang. Salah satunya petugas Sekmat Cihideung dan sudah diisolasi,” tuturnya. Dia berharap semua pihak terus fokus dalam pencegahan penyebarab virus yang belum ada obatnya ini.

“Mudah-mudahan masyarakat Kota Tasik semua sehat dan tidak banyak yang terdampak Covid-19,” harapnya.

Yusuf pun mengakui hari ini pasien terkonfirmasi positif Covid ada yang meninggal dunia dan dirawat di salah satu rumah sakit swasta.

“Jadi tetap kita imbau masyarakat agar mentaati dan melakukan protokol kesehatan 3M. Ini yang harus diperhatikan. Sudah 19 orang warga kita meninggal karena Covid,” pungkasnya.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Perlu Dicontoh, Puskesmas Tenawati Jadi Tempat Isolasi COVID-19
Gubernur Jabar Tinjau Rumah Sakit Darurat COVID-19 Secapa AD di Bandung
Pelaksanaan Rapid Anti Body di Obwis Pangandaran Ditinjau Langsung Kapolres Serta Dandim
Atalia Ridwan Kamil Dukung Rencana Pos Ramah Anak dan Perempuan di Cimanggung