Dua Bangunan Rumah Sakit di Kota Tasik Ambruk, Dinilai Akibat Lalainya Pengawasan

foto

TASIKMALAYA, FaktaIndonesiaNews.com – Ambruknya dua tembok pembatas Rumah Sakit type D di Kota Tasikmalaya mengundang pertanyaan soal pengawasan terhadap kualitas konstruksi bangunan.

Seperti diketahui ada 2 kejadian robohnya tembok pembatas/benteng Rumah Sakit type D di Kota Tasikmalaya. Diantaranya tembok penahan tanah rumah Sakit Purbaratu terjadi pada hari Rabu (18/11/2020). Kemudian disusul benteng Rumah Sakit type D Dewi Sartika di Kawalu.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat  Pemantau Kinerja Aparatur Negara (DPC LSM PENJARA) Kota Tasikmalaya Deden Lee merespon insiden tersebut.

Dia Menilai, hal itu menandakan kurangnya pengawasan terhadap kualitas konstruksi bangunan.

“Pemerintah harus benar-benar mengawasi dan menilai hasil pembangunan yang menggunakan uang Negara. Supaya pengerjaannya tidak asal-asalan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi, terang Deden, pekerjaan tersebut bukan bagian dari pekerjaan yang tengah berlangsung.  Pembangunan dinding tersebut berlangsung tahun 2018 silam. Namun meski demikian, sambungnya, hal itu jangan dikajidakan alasan, sebab kalau sudah begini siapa yang akan bertanggung jawab.

“Jadinya kan menghambur-hamburkankan uang Negara,” pungkasnya.

 

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Pegawai dan Anggota DPRD Kota Tasik Jalani Swab Test Massal, 2 Positif Corona
Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Gelar Sosialisasi Tunjangan Guru
Pembelajaran Sekoper Cinta Terapkan Blended Learning
44 Titik Masuk Area PSBMK, KPU Kabupaten Tasik Mengaku Khawatir