Tokoh Pemuda Karangtaruna Kota Tasik Dukung RUU Larangan Minuman Beralkohol

foto

TASIKMALAYA, FaktaIndonesiaNews.com – Badan Legislasi DPR saat ini tengah menggodok RUU Larangan Minuman Beralkohol. Bahkan dalam RUU itu diatur sanksi bagi peminum minuman beralkohol dengan penjara maksimal 2 tahun dan denda Rp50 juta.

Adanya sanksi bagi peminum alkohol itu pun mendapatkan sambutan dari berbagai pihak diantaranya Sekretaris Karang Taruna Kota Tasikmalaya, Arief Abdul Rohman.

Dia sangat setuju disahkannya RUU Larangan Minuman Beralkohol (Minol). Karena, menurutnya, upaya penindakan atau perkara hukum tentang miras saat ini hanya ditindak dengan hukuman ringan.

"Dengan adanya RUU Minol tersebut sebagai upaya untuk meminimalisir peredaran miras dan sanksi yang lebih efektif," ujarnya kepada FaktaIndonesiaNews.com, Sabtu (22/20).

Tokoh pemuda yang juga sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Cihideung ini menilai, penerapan sanksi untuk peminum alkohol bisa membawa dampak besar. Karena, kata Dia, efek dari miras tersebut bisa menimbulkan permasalahan sosial di masyarakat dan merusak generasi bangsa.

"Dengan adanya RUU Minol ini akan menjadi salah satu solusi dalam pencegahan masalah sosial di masyarakat akibat minuman beralkohol," paparnya.

Kendati demikian, Ia berharap RUU Minol tersebut agar segera ditetapkan jadi Undang-Undang. Karena RUU itu bisa memperkuat Perda Tata Nilai terkait larangan peredaran Miras di Kota Tasik.

"Untuk Kota Tasik saat ini sudah memiliki aturan yang melarang adanya peredaran miras. Yaitu, Perda Nomor 7 tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan minuman beralkohol di Kota Tasikmalaya," pungkasnya.

 

 

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Atalia Ridwan Kamil Lantik Majelis Pembimbing Cabang Pramuka Ciamis
Wagub Jabar Apresiasi Kompetisi Animasi Pendek SINCE WE: Meet Shizuoka
Lina Ruzhan Hadiri Gathering Mubes Club Ninja Bandung
Program Buruan SAE Mulai Menunjukkan Hasil, Warga Mulai Panen