Pemkab Tasik Terapkan PSBM dan PSBMK di 29 Desa

foto

Tasikmalaya, FaktaIndonesiaNews.com - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memutuskan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) dan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBMK) di 29 Desa yang berada di 21 kecamatan. Kebijakan itu dimulai dari tanggal 24 November hingga 7 Desember mendatang.

Data dari Satgas Penanggulangan Covid-19, 21 Kecamatan itu diantanya Kecamatan Bantarkalong, Bojongasih, Ciawi, Cikalong, Cipatujah, Cisayong, Jamanis, Jatiwaras, Karangjaya, Manonjaya, Pagerageung, Puspahiang, Salawu, Sariwangi, Singaparna, Sodonghilir, Sukahening, Tanjungjaya, Taraju dan Sukaresik.

“Pembatasan sosial ini akan berlaku hingga 7 Desember nanti, mudah-mudahan bisa selesai sebelum pencoblosan pemilu pada tanggal 9 Desember, “ kata Ketua harian Satgas Penanggulangan Covid-19, Muhammad Zen dikantornya, Jumat (27/11/2020).

Zen menambahkan, selama PSBM dan PSBMK diterapkan, Satgas penanggulangan Covid-19 mulai tingkat Kecamatan, Desa hingga RT terus melakukan patrol agar langkah itu berjalan sukses. Selain itu, Satgas Covid-19 dari Dinas Kesehatan melakukan tracking kontak erat.

“Tracking juga dilakukan kepada kerabat maupun sekitar rumah pasien terkonfirmasi positif. TNI, Polri, Satpol PP di lapangan terus melakukan pemantauan, agar PSBM dan PSBMK itu berjalan sukses, “ ucap Zen.

Sementara itu, berdasarkan data dari https://sigesit119.tasikmalayakab.go.id hingga pukul 12.00 WIB, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 526 kasus, 147  kasus saat ini masih dalam proses penyembuhan baik dengan isolasi mandiri maupun perawatan intensif di rumah sakit.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Tahun 2021 sebagai Momentum Pemulihan Ekonomi Kreatif Jabar
Ridwan Kamil Ajak Media Masif Kampanyekan Keberhasilan Vaksinasi
Uu Ruzhanul Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Lodaya 2020
Uu Ruzhanul Apresiasi Perusahaan yang Turut Bangun Jabar Melalui Dana CSR