KPAI Tasikmalaya Usulkan 5 Kesiapan Sekolah Sebelum Belajar Tatap Muka

foto

TASIKMALAYA, FaktaIndonesiaNews.com – Komisi Perlindungan Anak (KPAI) Kabupaten Tasikmalaya tidak mempersoalkan wacana pemerintah untuk membuka sekolah dan memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021 mendatang.

Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, untuk pelaksanaan KBM tatap muka seluruh elemen dan sarana pendukung harus benar-benar siap dalam menjalankan protokol kesehatan, guna menjamin tidak terjadinya penularan Covid-19 di sekolah.

"Sejak awal KPAID tidak mempermasalahkan masalah zonasi wilayah dengan KBM tatap muka. Silahkan saja sekolah dibuka asal semuanya harus siap dengan protokol kesehatan," ujar Ato, Jumat (4/12/2020).

Menurutnya, ada 5 siap yang harus disiapkan untuk menggelar KBM tatap muka. Pertama, pemerintah harus siap melakukan swab secara gratis kepada guru sehingga ada jaminan keselamatan bagi para guru dan tidak menjadi orang yang menularkan kepada anak-anak di sekolah.

Kedua, pihak sekolah harus benar-benar menyiapkan infrastruktur atau sarana prasarana yang terkait dengan protokol kesehatan. Artinya sekolah harus menyiapkan wastafel untuk cuci tangan di setiap kelas, alat pengukur suhu, hand sanitizer, dan prasarana lainnya.

Ketiga, para guru harus siap menjaga jarak siswa agar tetap aman dari penularan Covid-19. Guru juga harus memberi contoh yang baik bagaimana menerapkan protokol kesehatan kepada anak-anak didiknya.

Keempat, para orang tua harus siap mendidik anak-anaknya dalam berdisiplin menjalankan protokol kesehatan di sekolah. "Banyak orang tua yang mendesak sekolah untuk segera melaksanakan KBM tatap muka, tetapi tingkat partisipasi dalam kesiapan menjalankan protokol kesehatan masih rendah,"ucap Ato.

Kelima, para siswa juga harus siap untuk belajar secara tatap muka dengan memakai masker, menjaga jarak aman, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan protokol kesehatan.

"Para siswa juga harus diedukasi sejak awal tentang protokol kesehatan, sehingga pada saatnya pelaksanaan KBM tatap muka nanti mereka sudah paham," tuturnya.

Ia menegaskan, KBM tatap muka bisa berjalan dengan aman bila semua sudah siap dalam menjalankan protokol kesehatan." Saya yakin, bila lima siap tadi dijalankan setidaknya dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 di sekolah sehingga tidak muncul klaster pelajar," pungkasnya.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Sambut 2021, Uu Ruzhanul Ajak Warga Jabar Gaungkan Semangat Silih Tulungan
Sambut Ekonomi Jabar 2021 dengan Optimistis
Wagub: Penanganan COVID-19 Harus Seimbang dengan Penyakit Tidak Menular
Patuhi Prokes, Perayaan Natal di Kota Bandung Berlangsung Khidmat