Skyscraper
Skyscraper

Komnas HAM Minta Mahfud Libatkan Keluarga Korban Bahas KKR

foto

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik

Jakarta, Fakta Indonesia News.Com - Komnas HAM  meminta pemerintah mengambil korban atau keluarga korban meminta  HAM dalam membahas kembali Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi ( KKR ).

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menilai pelibatan korban atau keluarga korban merupakan hal yang penting.

"Kami mohon masukan jika KKR suka apa. Misalnya, korban (atau) keluarga korban harus diajak bicara, itu penting," ujar Taufan usai bersama pimpinan Komnas HAM bertemu Menko Polhukam Mahfud MD di kantornya, Jakarta, Senin (25/11).


Taufan menuturkan Komnas HAM juga memberikan masukan tentang formulasi yang tepat setelah menyelesaikan HAM melalui KKR. Dia mengatakan KKR harus memiliki formulasi untuk memilih dikembalikan yang harus diselesaikan di jalur yudisial atau nonyudisial.

Lebih lanjut, Ahmad enggan menyampaikan sikap Komnas HAM perihal pernyataan Mahfud yang telah disetujui HAM masa lalu cukup ditangani melalui jalur non-nasional. Dia mengatakan pihaknya menyetujui pernyataan Mahfud hanya bagian dari ide.

Komnas HAM meyakini Mahfud tidak mungkin mengeluarkan pikiran yang negatif terhadap penuntasan kasus yang ditolak HAM.

"Kami kenal baik dengan dia dan menyambut baik dari ide-ide. Makanya sebelum ada yang anggap anggap kami anggap kontroversi, kami tidak anggap anggap ada kontroversi," kata Taufan.

Pemerintah berencana menghidupkan kembali KKR. Mahfud berharap KKR menjadi jalan keluar yang berhasil mengatasi HAM yang selama ini mangkrak.


Indonesia pernah memiliki Undang-Undang KKR. Namun, UU itu membatalkan Mahkamah Konstitusi pada tahun 2006 karena dianggap bertentangan dengan UUD 1945.

Tak Ingin Berpolemik

Taufan mengatakan pihaknya enggan terus berpolemik dengan Kejaksaan Agung dalam menuntaskan kasus itu. Dia pun meminta Mahfud membantu mencarikan solusi atas diskusi tersebut.

"Tadi sudah kita tunggu, kita tidak perlu lagi berpolemik panjang. Kita cari saja solusinya apa," ujar Taufan.

Dia menuturkan Mahfud merencanakan mengundang Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin untuk membahas masalah penyelesaian HAM, khususnya perkara yang mangkrak hingga kini.

Dengan pertemuan itu, dia berharap ada solusi yang bisa dibuat oleh Mahfud.

Namun, pimpinan Komnas HAM belum secara spesifik membahas penyelesaian yang berhasil saat bertemu dengan Mahfud. Dalam pertemuan itu, mereka juga mengadakan pertemuan HAM di Papua dan Aceh, serta intoleransi ekstrimisme.

Sebelumnya, Mahfud menyatakan pihaknya tidak ingin ada tarik ulur antara Kejaksaan Agung dan Komnas HAM dalam menyelesaikan menyelesaikan masa lalu, dimasukkan menjadi politik.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Geledah Rumah di Gunungkidul, Polisi Sita Pedang hingga Senapan
Polisi Buru Pembuang Mayat Bayi dalam Kardus di Bekasi
Gegara Tantangan di Medsos, 2 Pemuda Meninggal Dibacok
Dit Samapta Polda Banten Rutin Patroli Dini Hari Cegah Kriminalitas