17 Minimarket Dirampok Saat Pandemi, Kapolda Metro: Kriminalitas Naik 10%

foto

Rabbit

Jakarta, FaktaINdonesiaNews.Com - Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengevaluasi masalah keamanan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Hasilnya, terdapat peningkatan angka kejahatan selama pandemi Corona (COVID-19).

"Untuk peningkatan (kejahatan), hasil analisis evaluasi ada 10 persen peningkatan kasus kriminalitas yang terjadi kalau dibandingkan satu bulan ke belakang, Maret sampai April," kata Irjen Nana dalam jumpa pers yang disiarkan secara live melalui akun Instagram Humas PMJ, Senin (27/8/2020).

Nana menyebut beberapa kasus yang mengalami peningkatan, seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanor), kasus narkoba dan penipuan. Di sisi lain, Kapolda juga menyoroti maraknya aksi curas/curat dengan sasaran minimarket.

"Jadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya sebulan terakhir ini ada 17 kasus itu bentuknya curas maupun curat terhadap 17 TKP minimarket yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya," imbuhnya.

Dari 17 kejadian tersebut, 13 di antaranya telah diungkap oleh Polda Metro Jaya dan jajaran Polres. Salah satunya perampokan minimarket di Cipayung, Depok, di mana para korban disekap di dalam kamar mandi oleh para pelaku.

"Kasus pencurian dengan kekerasan dan atau ancaman kekerasan, jadi di sini pelaku ada 4 orang, yaitu SMI alias AB, Ibra, Acong, Ikai, ini untuk TKP di Indomaret Jalan Bulak Timur, Cipayung, Depok," katanya.

Lebih lanjut, Nana juga memprediksi kriminalitas di Jadetabek meningkat memasuki Ramadhan dan jelang lebaran nanti. Polda Metro Jaya telah membentuk tim khusus untuk mengantisipasi kejahatan.

"Saya harap dan imbau ke masyarakat, dengan semakin adanya peningkatan 10 persen hasil evaluasi kami, jadi di masa pandemi virus COViD-19 dan kita juga memasuki bulan puasa dan akan hadapi lebaran maka kasus kriminalitas meningkat," tuturnya.

"Maka kami dalam hal ini siagakan seluruh anggota dan kami sudah membentuk tim Polda sampai Polres untuk bentuk tim begal dan anti-preman, jadi tim ini sudah kita bentuk dari awal dan demikian juga di Polres-Polres," tandasnya.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Simpan 19,66 Gram Sabu, Seorang Perempuan Ditangkap Satresnarkoba Polresta Tangerang
Sekjen DPC-LAN Kabupaten Tangerang Kutuk Keras Beredarnya Kembali Peredaran Daftar Obat Golongan-G
Polresta Tangerang Bekuk 2 Tersangka Pembunuhan Dengan Motif Penggandaan Uang
Tidak Kembalikan Dana Talang dari Tahun 2018, Desa Sadananya Dilaporkan ke Inspektorat