Lsm Penjara Meminta Ketetapan Hukum Mapolsek Jasinga Terkait Dugaan Premanisme dan Radikalisme

foto

Kabupaten Bogor, FaktaIndonesiaNews.com--Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (LSM PENJARA) Sebagai Kuasa Hukum MR selaku korban penganiayaan yang sudah menjadi terlapor di Mapolsek Jasinga, Bogor-Jawa Barat, Diduga tidak menjalankan tupoksinya sebagai Pengayom, Pelayan dan Pelindung Masyarakat sebagaimana tertuang dalam Undang-undang No.2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Diduga tidak tegas menegakan hukum dan takut dengan tekanan masa(Kamis,03/12/20) beberapa waktu yang lalu.

Radmidi SH Ketua Dpd Lsm Penjara Provinsi Banten Bersama M. Nur Sebagai Kuasa Hukum MR selaku korban dan pelapor terkait tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh saudara NN dan AG yang sudah menjadi terlapor di Mapolsek Jasinga berakhir untuk tidak dilanjutkan.

Rasmidi mengatakan, "ini terbukti ketika pihak Polsek Jasinga menangani kasus penganiayaan(Pasal 351, Pasal 170) di mana korbannya MR warga Kampung Kadaka-Bogor yang Diduga dikeroyok oleh satu keluarga warga Hamerang Cipanas-Lebak, dimana MR sebagai warga Negara yang taat hukum telah melaporkan perkaranya ke Mapolsek Jasinga-Bogor sesuai dengan TKP awal" Ucapnya

" Setelah di buatkan Laporan Polisi(LP) pihak Reskrim Polsek Jasinga terkesan mengulur-ngulur waktu bahkan terkesan mengikuti keinginan para tersangka untuk tidak melanjutkan perkara yang dilaporkan oleh pihak korban dengan mendorong pihak korban untuk mencabut laporannya dengan alasan akan dilakukan mediasi" Ungkap Rasmidi.

"Ketika pihak korban memenuhi undangan dari pihak Mapolsek Jasinga yang di dampingi oleh pihak kami Lsm Penjara untuk mediasi, namun kami dari pihak pendamping korban di kepung oleh masa di dalam ruangan penyidik, masa yang Diduga di kerahkan oleh pihak tersangka dari Kampung Hamerang-Cipanas mereka dengan kasar mengintimidasi kami agar mencabut Kuasa dan tidak lagi mendampingi korban, anehnya Polsek Jasinga tidak berkutik dengan mengikuti kehendak sekelompok masa yang Diduga terprovokasi oleh para tersangka untuk melakukan interpensi terhadap penegakan Hukum di Mapolsek Jasinga-Bogor," Tambah Rasmidi.

M. Nur selaku Kuasa Hukum MR pun mengatakan, " karena kami merasa dipojokkan di ruangan Reskrim oleh masa tersebut, kamipun hanya bisa diam dan pasrah karena melihat massa yang begitu Radikal, yang kami Duga ingin menghakimi dengan secara tidak langsung." Ucapnya.

"Kami beberapa kali meminta pengamanan atau back up keoada anggota kepolisian yang ada diPolsek, namun diruangan Reskrim tersebut tidak ada anggota satupun yang datang mendampingi kami. Dan kami sebagai korban intimidasi meminta ketetapan Hukum yang jelas terhadap Mapolsek Jasinga terkait adanya Dugaan Pembiaran premanisme dan radikalisme." Tegas M. Nur

Rasmidi menambahkan, " saya akan laporkan kejadian ini kepada tinggkat yang lebih tinggi, jika Kapolsek Jasinga tidak bisa mengatasi kejadian di wilayah Hukumnya." Ucapnya

(Agung Pambudi)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Tersangka YS (31) Pembunuh Karyawati di Katingan Berhasil Diciduk Tim Resmob Polda Kalteng dan Kals
Tanggapi Laporan, Ditresnarkoba Polda Kalteng Bekuk JB dengan 9 Paket Shabu
2 Pelaku Perampokan Minimarket di Kab Bandung Berhasil Diamankan Kepolisian
Polresta Cirebon Tangkap 28 Tersangka Kasus Narkoba