Obat Keras Golongan G Masih Marak Dijual Bebas di Banten

foto

Rabbit

Kabupaten Tangerang, FaktaIndonesiaNews.Com-- Peredaran obat keras ilegal jenis tramadol dan Excimer golongan G atau penenang yang berkedok toko kosmetik masih marak terjadi di Provinsi Banten.khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang, di Kampung Dukuh Pinang, RT/RW 03/03, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, jln.Diklat Pemda.

Dimana seharusnya obat tersebut digunakan untuk mengobati orang yang terkena gangguan mental.Seperti perilaku agresif yang membahayakan,kecemasan dan kegelisahan skizofrenia,psikosis,serta autisme.

Dan obat-obatan tersebut di jual atas dengan resep dari dokter,dan semestinya transaksi terlarang ini mendapat pengawasan dari BPOM dan Dinas Kesehatan setempat.Tetapi diduga aparat penegak hukum (APH) pun seakan tutup mata.

Di ketahui penjual obat yang berkedok toko kosmetik berinisial (MR) yang berasal dari daerah Aceh sa'at di konfirmasi oleh wartawan ia mengatakan bahwa sudah hampir skitar 5 bulan ia menjalankan transaksi jual beli obat terlarang tersebut.

" saya menjual Excimer Rp.10.000 9 butir.dan Rp.5000 untuk 1 butir jenis Tramadol,udah hampir 5 bulan saya berjualan.dan memang saya akui saya salah sudah menjual obat-obatan ini.Tapi yah karena kebutuhan bang"ungkap (MR)

Hal itu menuai kritikan dari Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Perjuangan Anak Negri (YLPK) PERARI DPC Cilegon Rahmat Zamzami

" saya berharap penjualan obat terlarang yang marak terjadi di wilayah tersebut, dan saya meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) menindak tegas,dan diperoses secara hukum"

" kami sebagai lembaga perlindungan konsumen berharap.Khususnya Provinsi Banten bersih dari peredaran obat-obatan terlarang.karna itu sangat merusak generasi penerus bangsa", Imbuhnya.

Apa itu Tramadol dan apa Efek Sampingnya?

Mengonsumsi obat tramadol di luar dari ketentuan dapat menimbulkan efek yang sangat fatal bagi kelangsungan hidup. Apalagi menyalahgunakan obat golongan G ini untuk hal-hal tertentu, salahsatunya juga berdampak pada sesak napas yang berujung kematian mendadak.

Dalam beberapa pekan terakhir, penyalahgunaan tramadol kerap merasuk anak-anak remaja. Meski tidak menimbulkan efek kecanduan, namun mengonsumsi tramadol tanpa resep dokter sangat fatal bila keseringan.

Menurut dr Yulian Averoos, mengonsumsi tramadol ada efek terapi (mengobati) dan efek toksik (meracuni). Sejatinya, cara kerja obat ini hanya untuk anti nyeri saraf bagi orang setelah menjalani operasi, jatuh (kecelakaan) maupun salah urat (keseleo).

“Bila digunakan dosis berlebihan, apalagi untuk tujuan tertentu, maka menimbulkan efek samping yang sasarannya menyerang saraf pusat dan pernapasan yang sangat fatal,” kata Yulyan.

Kalaupun dosis yang dibutuhkan tubuh setiap hari, hanya butuh satu tablet atau 50 mg saja. Jika lebih dari itu, maka akan ada efek sampingnya, yaitu dapat berpengaruh pada saraf pusat, daya ingat, fungsi sosial terganggu, dan intelektual menurun.

“Lebih fatal lagi adalah menyerang pada saraf pernapasan yang berujung henti nafas (mati),” jelas Yulyan.

Efek lain akibat mengkonsumsi tramadol pada level 500 mg yang dilakukan secara terus menerus, akan terjadi muntah darah karena luka pada lambung. Dengan demikian, dr Yulyan menilai, konsumsi tramadol yang kerap dilakukan anak-anak remaja tersebut merupakan langkah awal bagi korban untuk mencari lagi barang yang lebih berbahaya alias narkotika.

Yulyan tidak menyalahkan anak-anak remaja korban tramadol, justru yang harus dilakukan adalah putuskan mata rantai, pengedar segera diungkap dan ditangkap. Karena sudah jelas bahwa untuk mendapatkan obat tersebut harus dengan resep dokter.

Tahukah anda apa itu Excimer?

Excimer adalah satu jenis obat yang memiliki kandungan utama CPZ (Chorpromazine), dimana zat ini berfungsi sebagai anti-psikotik.

Karena merupakan bahan yang berfungsi sebagai anti psikotik atau untuk mencegah dan mengatasi masalah kejiwaan. Obat ini tidak terdaftar dalam MIMS (kitab daftar obat-obatan yang beredar secara resmi).

Obat dengan nama latin chlorpromazine adalah obat golongan antibiotik fenitiazina yang digunakan untuk mengobati gangguan mental, seperti prilaku agresif yang membahayakan, kecemasan dan kegelisahan skizofrenia, psikosis, serta autisme.

Lalu bagiamana jika sudah terlanjur mengonsumsi Excimer? Jalan terbaik adalah dengan berkonsultasi pada dokter dan mencari jalan keluar terbaik. Selain itu, mencari cara untuk mengnetikan kecanduan obat terlarang ini juga merupakan satu hal yang harus dilakukan mereka yang sudah terlanjur mengonsumsi Excimer.

Sebab, tak hanya menyebabkan kecanduan, namun Excimer juga memiliki efek samping yang cukup berbahaya. Diantara lain efek samping Excimer adalah dapat menimbulkan rasa pusing, mual, penglihatan yang menjadi kabur, muntah, gemetar, detak jantung yang menjadilebih cepat, rasa kantuk yang terlalu dan masih banyak lainnya.

Dari efek samping Excimer saja, sudah jelas jika obat ini akan sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang panjang.

Ini adalah salah satu obat yang tidak dijual bebas, perlu adanya keterangan dari dokter yang cukup ketat untuk bisa mengonsumsi obat ini. Efek samping yang berbahaya dari Excimer bisa menjadi berbahaya jika sudah dalam tahap lanjut. Obat ini juga memiliki zat yang menyebabkan kecanduan, ini yang kemudian menjadi sangat berbahaya.

Orang yang sudah kecanduan dengan obat ini, akan mengalami berbagai gangguan kesehatan dalam jangka panjang. Oleh sebab itulah konsumsi obat ini harus dihentikan, ini menuntut kehati-hatian terhadap masyarakat umum dalam mengonsumsi obat-obatan. Karena banyak obat-obatan yang berbahaya dan disalah gunakan.

Berhati-hatilah dan jangan sampai anda mendekati kedua obat ini tanpa resep dokter.


(Rasmidi/tim)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kabid Humas Polda Jabar: Gadis Pencuri Motor Ditangkap Satreskrim Polresta Bandung Polda Jabar
Konferensi Pers Ditresnarkoba Polda Kalteng Berhasil Ungkap 3 Kasus dan 8 Tersangka Diamankan
Pelaku Pembunuhan Terhadap Tukang Sayur di Cakande Merupakan Warga Parigi
LSM PENJARA DPD Provinsi Banten Dukung APH Berantas Mafia Tanah