Skyscraper
Skyscraper

Menkes Jepang Minta Maaf Soal Kelalaian Pemeriksaan Corona

foto

Jakarta, Fakta Indonesia News.Com -- Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato mengakui kesalahan dan meminta maaf karena 23 penumpang kapal pesiar Diamond Princess keluar tanpa menjalani pemeriksaan kesehatan dengan benar dan menyeluruh. Hal ini disampaikan menyusul 100 orang lagi diizinkan keluar dari kapal tersebut, pada Sabtu (22/2). Proses pemeriksaan dilakukan terkait merebaknya wabah virus coronaatau COVID-19.

"Kami amat menyesalkan kesalahan operasional yang bisa bermasalah. Penumpang akan kembali menjalani pemeriksaan kembali," ungkap Kato. 

Kabar ini muncul kala seorang perempuan Jepang yang meninggalkan kapal Diamond Princess pada Rabu (19/2) dinyatakan positif terdampak virus coronaketika pulang ke Tochigi. Ia menjadi orang pertama yang positif korona di antara 970 penumpang yang turun sejak awal pekan.

Sementara itu, 100 penumpang yang keluar pada Sabtu (22/2) terdiri atas penumpang Jepang yang terakhir. Berdasarkan keterangan pejabat setempat yang dilansir AFP, mereka akan dikarantina dua minggu di dekat Tokyo. 

Sementara itu, beberapa penumpang warga negara lain masih menunggu pemerintah mereka mengirimkan pesawat.

Dengan data penumpang keluar terbaru, karantina 14 hari diperkirakan akan dimulai untuk lebih dari 1.000 kru yang masih berada di kapal. Sebagian besar dari mereka tidak dalam isolasi karena diperlukan untuk tetap menjalankan kapal, menyiapkan makanan ke kabin. 

Situasi tersebut mendapat banyak kritik karena dianggap secara tak langsung menyebarkan virus ke seluruh penumpang kapal. Kritikan muncul karena virus ini telah menyebar luas di kawasan Jepang. Berdasarkan data Jumat (21/2), Jepang menjadi negara kedua yang memiliki kasus virus corona terbanyak setelah China dengan 717 kasus.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Katsunobu Kato sempat mengatakan tak ada fasilitas medis yang cukup besar untuk menampung lebih dari tiga ribu orang sekaligus. Dalam kesempatan itu, Kato mengungkapkan enam penumpang asal Australia, 18 orang Amerika dan satu orang Israel yang dinyatakan positif virus Corona telah meninggalkan Jepang. 

Kato juga mengonfirmasi rumah sakit Jepang menggunakan pengobatan anti-flu Avigan atau yang juga disebut Favipiravir, untuk mengobati pasien terinfeksi virus corona. Pemerintah, kata Kato, akan terus menggunakan obat semacam itu apabila terbukti efektif menyembuhkan.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Perbaikan Pipa Utama Jaringan Timur Terhambat, PDAM Pastikan Bisa Segera Rampung
Cegah Corona, Bandung Menjawab Digelar Daring
40 Ribu APD Tiba, Anies: Siap Lindungi Tenaga Medis Jakarta
Ridwan Kamil Sebut Banjir Terdampak Sungai Citarum Berkurang Drastis