Bupati Garut Gelar Pertemuan Dengan PT Changsin Terkait Protokoler Pencegahan Covid-19

foto

Garut, FaktaINdonesiaNews.Com -- Bupati Garut H. Rudy Gunawan bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mengadakan pertemuan dengan PT Changsin yang berlokasi di Jalan Raya Leles Garut, Senin (18/05/2020).

Dalam pertemuan tersebut Bupati Rudy menyampaikan, yang pertama soal penerapan protokoler pencegahan penyebaran Covid-19 yang diterapkan PT Changsin dalam masa tanggap darurat pemerintah terdadap virus Covid-19 hingga 29 Mei 2020. Kemudian terkait PSBB yang akan berakhir pada 19 Mei 2020.

Bupati Garut, Rudy Gunawan yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 kabupaten Garut meminta, walaupun PSBB atau masa tanggap darurat berakhir, agar semua protokoler pencegahan penyebaran Covid-19 di perusahaan ini terus dipertahankan.

Yang Kedua yaitu agenda pemerintah daerah dalam upaya penyelesaian menyeluruh masalah PT Changsin, terkait jalan dan akses ke kawasan industri bukan hanya ke Changsin saja. Kemudian terkait masalah banjir juga menjadi perhatian penting Pemkab Garut.

Sementara itu, Juru Bicara PT Changsin Sobirin menyampaikan, bahwa PT Changsin diberlakukannya tanggap darurat Covid-19 telah membentuk tim tanggap darurat yang terus berkoordinasi dengan jubir Gugus Tugas Covid-19 Bapak Ricky R Darajat secara insten, ketersedian sarana dan prasarana untuk mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan perusahaan.

”Setiap hari tim tanggap darurat yang ada di perusahaan ini selalu mengadakan meeting evaluasi perkembangan di perusahaan terkait kesehatan karyawan,” terang Sobirin.

Lanjutnya, setiap hari pemantauan karyawan dan pengunjung kita laksanakan dengan cara pemeriksaan suhu tubuh, kemudian mitigasi untuk khusus area yang beresiko tinggi, perusahaan melakukan penyemprotan desinsfektan setiap hari untuk meminimalisir resiko pemaparan Covid-19.

”Kesiapan APD dan penggunaan masker diwajibkan ketika karyawan berada di area kerja, alat yang tersedia di lingkungan perusahaan diantaranya promoter system, Kamera thermol di dua lokasi, desinsfektan, hand sanitizer dan masker secara gratis, serta mengurai kepadatan dengan menshif waktu masuk kerja,” ungkapnya.

Mengenai penanganan banjir imbuhnya, saat ini perusahaan sedang membangun dua kolam resapan yang masing–masing berukuran 24 M × 10 M x 85 M dengan total seluruhnya 1680 kubik yang terkoneksi ke ruang ground tank, kemudian no 3 dan 4 dibangun tiga kolam resapan masing–masing berukuran 30M x 20M dengan kedalaman 3 M, sehingga untuk ketiga kolam ini total kapasitasnya 1800M kubik.

”Ini telah terkoneksi ke sungai Sindangsari yang ada di Ciburial, kemudian untuk kolam 5 dan 6 masih menunggu kesepakatan dengan Ciburial mengenai dampaknya yang terjadi, serta di pabrik yang lama sudah tersedia tiga ground tank yang dipakai untuk menyiram tanah, untuk di pabrik yang baru tersedia ground tank berkapasitas 1000 kubik, jadi keempat ground tank ini seluruhnya berkapasitas 3500 M kubik dan terkoneksi ke sungai Cikawedukan,” pungkasnya.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Sat Sabhara Polres Cianjur Laksanakan Patroli Ops Aman Nusa II
Bupati Garut : Pemudik Terlanjur Datang Wajib Isolasi
Jika Warga Tak Disiplin, Semarang Bisa Jadi Episentrum Covid-19
Pemda Provinsi Jabar Serahkan Lima Wastafel Portabel untuk Kabupaten Sukabumi