130 Warga dan Pedagang di Pasar Antri Cimahi Jalani Swab Test

foto

Cimahi, FaktaIndonesiaNews.Com - Sebanyak 100 pedagang Pasar Antri, Kota Cimahi, Jawa Barat, menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau swab test Corona Virus Disease (COVID-19). Selain pedagang sebanyak 30 warga juga menjalani tes serupa.


Swab test yang dilakukan kepada ratusan pedagang dan puluhan warga itu sebagai tindak lanjut dari temuan kasus dua pedagang di Pasar Antri Cimahi yang positif terpapar COVID-19 hasil swab test yang dilakukan Jumat (15/5) lalu.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengatakan pedagang yang melakukan swab test diprioritaskan kepada yang melakukan kontak erat dan kiosnya berada di jajaran kios pasien positif.

"Pelaksanaan swab test ini tindak lanjut dari temuan kasus COVID-19 di Pasar Antri. Targetnya sekarang pedagang dulu yang sempat kontak erat dengan dua pasien positif tersebut," ungkap Chanifah saat ditemui di sela pelaksanaan swab test, Rabu (27/5/2020).

Selain 100 pedagang, pihaknya juga melaksanakan swab test terhadap 30 orang warga di lingkungan tempat tinggal pasien positif di Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

"Ada juga 30 orang warga di lingkungan tempat tinggal pasien tersebut. Swab testnya dilaksanakan di Puskesmas Padasuka. Semuanya sudah selesai, total 130 orang yang kita swab test hari ini," tuturnya.

Hasil swab test akan langsung diserahkan ke Labkesda dan diupayakan selesai secepat mungkin agar penyebaran COVID-19 bisa dipetakan dan ditangani.

"Siang ini sample harus sudah diberikan ke Labkesda untuk diuji. Kita upayakan hasilnya bisa segera keluar. Sambil menunggu hasil keluar pedagang juga diisolasi mandiri dulu," katanya.

Pihaknya mengatakan masih terlalu dini menyebut Pasar Antri menjadi klaster penyebaran COVID-19. Sebab, kata dia, masih perlu dilakukan investigasi sumber penyebarannya dan siapa saja yang terpapar.

"Sejauh ini yang positif baru dua orang dan kita masih investigasi sumbernya dari mana. Jadi terlalu dini menyebut klaster Pasar Antri. Kita juga akan lakukan rapid test untuk 600 pedagang lebih, kalau reaktif akan dilanjutkan dengan swab test," ujarnya.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Komisi III Pertanyakan Penanganan Kasus Narkoba ASN Bea Cukai di Polres Jakpus
Dampak COVID-19: Walikota Pagaralam Beri Sembako Untuk Kru Organ Tunggal
Pemprov DKI Klaim Bakal Dirikan Museum Sejarah Nabi di Kawasan Reklamasi
Revolusi Mental Lewat Perbaikan Konsep Pendidikan dan Moderasi Agama