Ridwan Kamil-Bima Arya Cek Stasiun Bogor, 8 Orang Reaktif COVID-19

foto

Jakarta, FaktaIndonesiaNews.Com - Wali Kota Bogor Bima Arya mendampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau protokol kesehatan di sejumlah sektor di Kota Bogor. Dalam peninjauan tersebut juga dilakukan tes massal COVID-19 bagi para santri di pondok pesantren dan penumpang KRL yang pulang bekerja dari Jakarta.

"Sore tadi dengan Pak Gubernur memantau pelaksanaan rapid test di Stasiun Bogor. Dari 500, ada 8 yang reaktif dan langsung di swab. Semoga hasilnya negatif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2020).

Lebih lanjut, Bima mengatakan, pihaknya akan mengadakan tes massal COVID-19 di stasiun sebagai kegiatan rutin. Sebagai informasi, Bima Arya dan Ridwan Kamil melakukan kegiatan tinjauan protokol kesehatan di Kota Bogor pada Jumat (26/6) kemarin.

"Pemkot Bogor akan rutinkan test massal di stasiun untuk mengetahui secara lebih akurat tingkat kerentanan penularan COVID-19 bagi penumpang kereta api. Selalu waspada. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak," tambahnya.

Sebelum meninjau Stasiun Bogor, keduanya melakukan peninjauan ke Pondok Pesantren Al-Falakiyah di Pagentongan, Loji, Bogor Barat. Kedatangan mereka disambut oleh pengasuh pesantren KH Tubagus Asep Zulfiqor. Selain meninjau protokol kesehatan, dilakukan juga tes massal kepada para santri.

"Saya bersama Pak Wali Kota Bogor melakukan kunjungan dan silaturahmi di Pesantren Al-Falakiyah, Bogor Barat. Mengecek persiapan protokol kesehatan. Setelah saya amati semua telah dilakukan dengan baik. Ada ekstra pengecekan rapid test pada santri, kemudian juga masker yang menjadi kewajiban, jaga jarak dan cuci tangan akan diberlakukan dalam proses belajar mengajar," kata Ridwan.

Menurutnya, di Jawa Barat pesantren sudah bisa dibuka dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Pesantren memang dibuka lebih dulu dari sekolah umum karena pesantren start dan finish-nya berbeda-beda. Kurikulumnya juga berbeda-beda. Jadi kalau satu buka, satunya belum tidak masalah. Berbeda dengan sekolah umum yang start finishnya berbarengan," ujarnya.

Ridwan Kamil juga mengatakan, keamanan COVID-19 selalu menjadi hal yang utama di mana pun, termasuk di Kota Bogor.

"Di Kota Bogor, maupun kami di Provinsi sangat mendengar nasehat para ulama, kyai untuk kita pastikan keamanan COVID menjadi utama," imbuhnya.

Usai meninjau pesantren, keduanya melanjutkan peninjauan aktivitas di Stasiun Bogor. Ridwan Kamil mengatakan, jumlah kapasitas gerbong yang dibatasi masih menjadi masalah hingga saat ini.

"Stasiun ini ada problem karena kapasitasnya dikurangi, maka kepada mereka sisanya itu sedang dicarikan solusinya. Kemarin ada bantuan bus ya, dari mana-mana termasuk dari pak Anies, tetapi masih kurang. Sehingga solusinya adalah kita akan tes warga Bogor yang naik kereta, apakah ada yang positif, kalau tidak ada berarti kita bisa mengusulkan jumlah kapasitas di dalam gerbongnya bisa lebih padat," jelasnya.

Adapun jika nantinya ditemukan banyak yang positif, maka pembatasan seperti yang sudah berjalan saat ini atau AKB akan tetap diberlakukan.

"Secara bertahap jadi kita lihat mudah-mudahan hasilnya tidak banyak yang positif sehingga Kang Bima selaku Wali Kota bisa mengusulkan dalam satu gerbong bisa persentasenya diperbesar," pungkasnya.

Selain sektor pendidikan dan transportasi, kunjungan Ridwan Kamil di Kota Bogor juga untuk meninjau sejumlah protokol kesehatan di sektor restoran, salah satunya di RM Bumi Aki.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
2 Hari Terombang-ambing di Laut, 3 Nelayan Pangandaran Selamat
Cek Persiapan Gedong Songo Hadapi New Normal, Ganjar : Segera Lakukan Simulasi
Presiden Ajak Negara ASEAN Perkuat Kerja Sama di Tengah Pesimisme terhadap Multilateralisme
Atalia Ridwan Kamil Dikukuhkan sebagai Bunda Forum Anak Daerah Jabar