Atalia Ridwan Kamil Dikukuhkan sebagai Bunda Forum Anak Daerah Jabar

foto

KOTA BANDUNG, FaktaIndonesiaNews.Com - Atalia Praratya Ridwan Kamil dikukuhkan sebagai Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Jabar oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, di Hotel Horison Ultima, Kota Bandung.

Bintang optimis Atalia mampu memberdayakan perempuan dan mendukung anak di Jabar. Selain itu, Atalia berhasil dapat membimbing dan memperbaiki perannya dalam menyuarakan hak anak.

"Saya sangat percaya kepada Ibu Atalia dengan berbagai kiprahnya, makanya kami yakin, percaya dan tidak ragu saya titip anak-anak di Jabar untuk terus dibimbing agar mereka bisa jadi pelopor dan pelapor," kata Bintang.

Di Jabar, FAD hadir dalam berbagai peringkat. Mulai dari kabupaten / kota hingga desa / kelurahan. Penyelenggara FAD dibina langsung pemerintah sesuai tingkat wilayah. 

Menurut Bintang, rumpon di seluruh Jabar sudah berkontribusi dalam menyuarakan hak-hak anak. Di tengah pandemi COVID-19, kata ia, FAD memiliki peran penting dalam menyediakan ruang bagi anak-anak menyuarakan haknya, khusus pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). 

"Selain itu, potensi anak dalam masa transisi ini menjadi sangat penting untuk diasah sebagai pelopor, dan pelapor khusus untuk memberikan pengaruh positif dan edukasi terhadap sebayanya," ucapnya.

Bintang pun mengapresiasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar dalam mengendalikan virus SARS-CoV-2. 

"Kami mengapresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Jabar dalam menjalankan COVID-19, inovasinya luar biasa, bantuan sosialnya, sebagian besar data juga menjelaskan jumlah anak dan perempuan yang terdefinisi dengan baik sehingga kita bisa lebih tepat sasaran," katanya. 

"Saya ingatkan di sini, sekarang perlu bantuan khusus untuk anak-anak saat bermain dengan penerapan peraturan kesehatan. Seperti jumlah anak-anak yang bermain dan kelola area dengan disinfektan serta gunakan masker untuk anak-anak usia di atas dua tahun," imbuhnya.

Usai acara pengukuhan, Menteri PPPA meresmikan ruang bermain anak dan sudut kriya hasil perempuan Jabar. Ia juga berkesempatan bertemu sekretariat Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita) bersama Atalia. 

"Jabar memang memiliki program-program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang sangat baik. Tadi juga saya lihat Sekoper Cinta yang programnya telah menelurkan banyak perempuan Jabar yang mandiri. Inilah komitmen Ibu Atalia dalam pemberdayaan perempuan yang hanya bisa perempuan bisa melek pendidikan," ucap Bintang. 

Sementara itu, Atalia menyatakan, pihaknya menyetujui dalam pemenuhan hak anak. Salah satunya, menyusun Peraturan Daerah (Perda) Jabar tentang penyelenggaraan perlindungan anak. Perda tersebut kini tengah digodok bersama Komisi IV DPRD Jabar.

"Upaya mengatasi Perda itu sedang berlangsung terus menerus setiap hari selama 4 minggu ini bersama Pansus IV DPRD Jabar," ucap Atalia.

Kemudian, sejak tahun 2019 Pemda Provinsi Jabar telah membentuk UPTD perlindungan perempuan dan anak yang mendukung aktif menindaklanjuti kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Salah memberikan layanan curhat online untuk anak dan remaja," katanya.

Atalia menuturkan, dalam upaya penyelesaian COVID-19, Pemda Provinsi Jabar menyiapkan berbagai strategi, seperti memberikan bantuan tunai, menjalankan program padat karya, bantuan pangan non tunai, mengurangi pengeluaran masyarakat, dan memberikan bantuan bagi keluarga yang terindikasi COVID-19. 

Atalia juga menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian PPPA yang telah mengalokasikan 70% dana dekonsentrasi yang dititipkan pada DP3AKB Jabar. Khusus untuk perempuan dan anak-anak yang terdiri dari bantuan khusus sebagai kelompok rentan terdampak COVID-19. 

Bantuan yang diberikan simbolis di acara pengukuhan tersebut terdiri dari paket 1.080 yang terdiri dari 170 paket untuk anak, 310 paket untuk anak-anak cacat, 200 paket untuk perempuan kepala keluarga, 200 paket untuk perempuan disabilitas dan 200 paket untuk lansia. 

"Terima kasih kepada Kementerian PPPA yang telah mengalokasikan 70% dana dekonsentrasi yang dialokasikan dititipkan pada DP3AKB Jabar," ujar Atalia.

Atalia mengatakan, selain perempuan lanjut usia, anak-anak juga sangat rentan terpapar COVID-19. Salah satu kelompok lain yang rentan terpapar adalah anak yang butuh perlindungan khusus atau disabilitas. 

"Sebagian besar dari mereka sangat tergantung pada orang tua dan pendampingnya untuk membantu memenuhi kebutuhan khusus tetutama kesehatannya, maka dari itu mereka harus terus kita memenuhi," ucapnya. 

 

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Kota Bandung Komitmen Lindungi dan Penuhi Hak Anak
Jelang Idul Adha, Pemkab Bandung Periksa Hewan Kurban di 500 Titik Penjualan
Dinas Kominfo Kabupaten Garut Gelar Bedah Informasi Desa di Kecamatan Cikelet
Ridwan Kamil Minta Cirebon Tingkatkan Rasio Tes PCR Kontak Erat COVID-19