FAKTA ADS
FAKTA ADS

Penambahan Kasus COVID-19 di Jabar Kembali Terkendali

foto

KOTA BANDUNG, FaktaIndonesiaNews.Com --  Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, mendukung kasus positif COVID-19 Jabar telah dapat digunakan setelah menyelesaikan lonjakan dari klaster di bidang pendidikan kenegaraan. 

“Kasus di Jabar sudah kembali ke pola yang kami pahami. Kemarin, di hari Minggu, terlaporkan positif meningkat 27. Itu dihitung termurah selama enam minggu terakhir setelah dilakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), ”kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung,.

Kang Emil melaporkan, semua pasien positif, COVID-19 pada klaster, pendidikan kenegaraan di Kota Cimahi, sudah disetujui. Sedangkan, 468 dari 1.308 pasien positif pada klaster 

“Ada 400-an yang sudah dipulihkan (pada klaster administrasi pendidikan kenegaraan di Kota Bandung). Ini menunjukkan, prediksi kami tentang OTG-OTG (Orang Tanpa Tampak) di pemerintahan kenegaraan yang berupaya memperbaiki dan menyehatkan, ”ucapnya. 

Dalam rapat mingguan, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, angka pembayaran COVID-19 terhadap waktu (Rt) COVID-19 per 16 Juli 2020 hanya di angka 0,75. 

Selain itu, Setiawan melaporkan, Jabar berada di peringkat 25 untuk indeks nasional terkonfirmasi positif dihitung dari populasi. "Setiap 1 juta penduduk Jawa Barat lebih kurang 111 kasus positif COVID-19," kata Setiawan. 

Setiawan menyatakan, tingkat keteraturan ruang perawatan COVID-19 di rumah sakit rujukan terus berkurang. "Dari 11 Juli 2020 asalnya 29,38 persen dan 18 Juli 2020 menjadi 27,35 persen. Sedangkan di IGD dan ICU juga relatif rendah yaitu IGD hanya 4,3 persen dari total 437 dan ICU terisi hanya 15,7 persen dari yang tersedia 241, Katanya. 

“Dan WHO mengatakan 60 persen. Jadi, kami di Jawa Barat melihat masih di bawah jauh dari standar WHO tersebut, ”tambahnya. 

Berdasarkan data PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) pada Senin (20/7/20) pukul 15:00 WIB, 2.178 pasien COVID-19 sudah disetujui pulih. Sedangkan jumlah pasien positif COVID-19 yaitu 5,488 orang, 3,120 pasien positif aktif, dan 190 meninggal dunia. 

Sedangkan, Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 11,528, selesai pengawasan 10,655 orang, dan pasien masih dalam pengawasan sebanyak 873 orang. Untuk ODP sebanyak 56.456 orang, selesai pemantauan sebanyak 54.903 orang, dan orang masih dalam pemantauan sebanyak 1.553 orang.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Wujudkan Perdamaian Dunia, Dorong Peran Aktif Santri dalam Diplomasi Jalur Kedua
Pencegahan Penularan COVID-19 Klaster Perkantoran dan Tempat Kerja
Hadapi Bonus Demografi 2045, Jawa Barat Bangun Generasi Unggul yang Serba Juara
Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Fasilitas Kesehatan dan Pusat Karantina Pasien Covid-19