Lari Tak Pakai Masker, Warga Simprug Jaksel Ini Kena Sanksi Kerja Sosial

foto

Jakarta, FaktaIndonesiaNews.Com - Seorang warga mendapatkan sanksi kerja sosial di kawasan khusus pesepeda Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk di Jakarta Barat. Warga bernama Yogi (19) itu ketahuan tidak memakai masker saat lari di kawasan itu.

"Jadi tadi lari nggak pakai masker karena intensitas lari saya lumayan tuh. Jadi saya nggak pakai masker, dikantongin, sampai sini disetop," kata Yogi di Jalan Hayam Wuruk, Minggu (2/8/2020).

Yogi yang merupakan warga Simprug, Jakarta Selatan tampak mengenakan rompi oranye bertuliskan 'Pelanggar PSBB' sembari menyapu jalan. Yogi mengaku memilih sanksi kerja sosial karena tidak memiliki cukup uang untuk membayar denda.

"Lagi nggak megang duit aja sih, mahasiswalah," ujar Yogi.

Setelah menunaikan kerja sosial Yogi diminta mencuci tangan dan diberikan masker baru oleh petugas Satpol PP. Yogi tidak sendiri, ada rekannya bernama Desi (21) yang ketahuan juga tidak mengenakan masker tapi dirinya memilih membayar denda dibandingkan kerja sosial.

"Nggak mau bersih-bersih. Saya malas. Akhirnya milih denda," kata Desi sambil tersenyum.

Di tempat yang sama Plt Kasatpol PP Kecamatan Palmerah Teguh Nurdin Amali mengatakan penegakan disiplin masker di kawasan Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk sudah mencapai 14 orang. Mereka dikenai baik sanksi kerja sosial maupun denda.

"Adapun kami penegakan OK Prend, penegakan masker pada HBKB sudah dilaksanakan. Untuk sementara pagi ini sanksi denda sekitar 4 yang kami catat, sanksi sosial 10, ini hanya sementara sampai nanti jam 09.00 WIB," jelas Teguh ketika ditemui, Minggu (2/8/2020).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengurangi kawasan khusus pesepeda pada Minggu ini menjadi 29 titik. Pengurangan kawasan khusus pesepeda itu karena ada lokasi yang menjadi zona merah.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan ada tiga zona merah yang sebelumnya sempat dijadikan kawasan khusus pesepeda yakni di Jalan Amir Hamzah, Jakarta Pusat. Kemudian Jalan Pemuda dan Jalan RA Fadillah, Jakarta Timur.

"Tiga lokasi tidak dilaksanakan karena ada wilayah zona merah di sekitarnya, satu di Jakarta Pusat dan dua di Jakarta Timur," ujar Syafrin saat dimintai konfirmasi, Sabtu (1/8/2020).

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Pembelajaran Tatap Muka Dibuka Bertahap
Penambahan Kasus COVID-19 di Jabar Kembali Terkendali
Kasad pastikan sudah 62 persen siswa Secapa AD sembuh COVID-19
Bupati Rudy Gunawan Lantik Toni Tisna Somantri Sebagai Plt Kadispora Kabupaten Garut