Skyscraper
Skyscraper

17 Daerah di Jabar Terima Penghargaan Swasti Saba

foto

KOTA BANDUNG, FaktaIndonesiaNews.Com -- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan penghargaan Kabupaten/Kota Sehat yakni Swasti Saba Tingkat Padapa (Pemantapan), Wiweda (Pembinaan), dan Wistara (Pengembangan) Tahun 2019 kepada 17 daerah di Jabar, di Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Selasa (29/9/20).

Kang Uu menjelaskan, penghargaan tertinggi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Swasti Saba Wistara, merupakan penghargaan di bidang kesehatan lingkungan yang diberikan kepada kabupaten/kota yang telah menyelenggarakan tujuh tatanan penilaian yaitu permukiman, sarana dan prasarana umum, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, serta sosial yang sehat.

Ia menambahkan, fokus kebersihan menjadi penting sebagai salah satu tolak ukur kesehatan masyarakat, terutama di masa pandemi COVID-19.

Untuk itu, Kang Uu berharap agar penghargaan Swasti Saba yang telah diraih bisa menjadi motivasi masyarakat Jabar untuk bisa mewujudkan lingkungan yang sehat. 

"Kebersihan menjadi penting karena menjadi salah satu preventif kita untuk menjaga kesehatan. Apalagi saat ini suasana (pandemi) COVID-19, di mana kesehatan sangat diprioritaskan untuk lebih baik lagi," ujar Kang Uu.

"Harapan kami, para Bupati dan Wali Kota yang sudah mendapatkan (penghargaan) jadi motivasi untuk lebih giat dan hebat lagi, jangan merasa cukup dengan penghargaan hari ini," katanya.

Selain penghargaan Swasti Saba, Kang Uu juga menyerahkan penghargaan kepada pemenang Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2019.

Kang Uu menuturkan, LSS merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi secara positif dan obyektif untuk melihat wujud implementasi disiplin kesehatan di sekolah, terutama terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kegiatan ini adalah sebagai suatu alat Pemprov Jabar untuk meningkatkan motivasi pemerintah, masyarakat serta para kepala sekolah untuk menerapkan PHBS," ucap Kang Uu.

Adapun rincian penerima penghargaan sebagai berikut. Penerima Swasti Saba Padapa yaitu Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran, berhak mendapatkan piagam, piala, dan uang pembinaan sebesar Rp15 juta.

Penerima Swasti Saba Wiwerda yakni Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Ciamis, berhak mendapatkan piagam, piala dan uang pembinaan Rp20 juta.

Penerima Swasti Saba Wistara adalah yaitu Kota Depok, Bogor, Cirebon, Banjar, serta Kabupaten Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Subang, Karawang, Garut dan Kuningan, berhak mendapatkan piagam, piala dan uang pembinaan Rp25 juta.

Sementara pemenang LSS tingkat TK/RA yakni TK Kesatuan Kota Bogor sebagai juara pertama dan RA Wadi Fatimah Kabupaten Cirebon sebagai juara kedua.

Tingkat SD dimenangkan oleh SDN 1 Cimanggu Kabupaten Pangandaran dan SDN Kawung Luwuk Kota Bogor. Tingkat SMP/MTs dimenangkan oleh SMPN 1 Kabupaten Ciamis dan SMPN 4 Kota Bogor. Dan penghargaan LSS tingkat SMA/SMK/MA diberikan kepada SMKN 1 Pacet Kabupaten Cianjur dan MAN 2 Kota Bandung.

Salah satu kepala daerah penerima Swasti Saba Wistara, Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan, Kabupaten Kuningan berhasil mempertahankan penghargaan tertinggi ini beberapa kali. Menurutnya, cara menjaga PHBS di masa pandemi ini salah satunya dengan memperketat pengawasan protokol kesehatan.

"Kuningan untuk kesekian kalinya mendapatkan penghargaan Swasti Saba Wistara, artinya penghargaan untuk kabupaten/kota sudah Level 3, sudah tertinggi," tutur Acep.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya terus menyosialisasikan kepada warga terkait menjaga kewaspadaan dalam menghadapi pandemi saat tidak ada pemberhentian aktivitas ekonomi masyarakat.

"Yang terpenting tetap waspada, dengan cara pengawasan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan baik. Namun kita juga membuka ruang-ruang untuk masyarakat beraktivitas, selama mau ikut dan taat kepada anjuran dari pemerintah," ucapnya.

 

Bagikan melalui
Berita Lainnya
BASARNAS Jabar Siagakan Tim Selama Libur di Objek Wisata
152 KK Warga Ciparay, Terdampak Tersumbatnya Saluran Irigasi
1.589 Sukarelawan Sudah Disuntik Vaksin Sinovac
Hujan Deras Akibatkan Rumah Seorang Nenek di Ciamis Tertimpa Pohon