Tak Bermasker, Warga Diajak Berolahraga Bersama Satpol PP

foto

Bandung, FaktaIndonesiaNews.Com - Tidak taat protokol kesehatan, sejumlah warga disanksi berolahraga bersama oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Rabu (25 November 2020) Kemarin.

Sebagian dari mereka merupakan warga yang tertangkap tak mengenakan masker di seputar Perumahan Bandung City View 1, Kecamatan Mandalajati. Para pelanggar tersebut merupakan bagian dari 118 pelanggar yang diberikan sanksi sosial oleh Satpol PP Kota Bandung saat razia penggunaan masker di Terminal Antapani dan Perumahan Bandung City View 1.

“Operasi hari ini digelar di 2 kecamatan terpisah. Tim pertama menemukan 19 pelanggar di Kecamatan Antapani. sedangkan tim kedua pelanggarnya mencapai 106 orang di Kecamatan Mandalajati,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung, Rasdian Setiadi.

Ia mengungkapkan, dari ratusan pelanggar, sebagian besar dikenakan sanksi sosial. “Ada 118 orang yang diberikan sanksi sosial. Mulai dari menyapu dan memungut sampah di lokasi operasi hingga melakukan kegiatan olahraga dan push up," katanya.

"Pemberian sanksi ini tentu diiringi dengan pertimbangan beratnya pelanggaran di lapangan,” lanjut Rasdian.

Ada tujuh pelanggar lainnya dikenakan denda administrasi sebesar Rp50.000. Total denda pada razia ini yaitu sebesar Rp35.000.

“Uang hasil denda tersebut diserahkan langsung oleh bendahara penerimaan pada Satpol PP ke Rekening Kas Daerah Kota Bandung,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Sub Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung tersebut.

Sementara itu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Bandung, Henry Kusuma berharap agar kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan semakin meningkat.

“Bukan lebih besar pada penerapan sanksi, tetapi bagaimana munculnya kesadaran dari diri masyarakat sendiri untuk bisa menggunakan masker. Tidak perlu takut dengan razia,” terang Henry.

Sedangkan Camat Antapani, Rahmawati Mulia yang ditemui di Terminal Antapani, meminta kegiatan serupa bisa secara rutin diadakan khususnya di wilayah kerjanya.

“Antapani berada di urutan 10 kecamatan dengan jumlah terbanyak kasus Covid-19. Mudah-mudahan kegiatan semacam ini bisa berlanjut. Minimal dua minggu sekali,” katanya.

Menurutnya, kegiatan operasi perketatan AKB dapat memberikan efek jera kepada masyarakat. “Khususnya agar patuh pada protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” terangnya.

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Warung Remang-remang di Cikande Dijadikan Transaksi Esek-esek
Kapolres Garut Pimpin Apel Kesiapsiagaan Pelaksanaan PSBB Tingkat Kab. Garut
Pemkab Garut Akan Relokasi Warga Penyintas Longsor di Cisewu
Tidak Sembarangan Pasang Kaca Film atau Stiker pada Kendaraan