Perahu Nelayan Kandas Hingga Terbalik Saat Memasuki Muara Bukit Pasir Pulomas

foto

Sungailiat, Bangka
FaktaIndonesiaNews.Com -- Kejadian terbalik nya perahu nelayan kini terulang lagi saat mereka mau memasuki area muara Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat Lingkungan Parit Pekir Kelurahan Jeliti Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka, hal tersebut di karenakan dangkal nya alur muara akibat penumpukan bukit pasir di kanan kiri muara. Sehingga sedikit demi sedikit pasir yang terkikis ombak dan aliran air yang deras saat surut membuat gundukan pasir yang besar tersebut terus terkikis ke dasar muara, sehingga menyebabkan pendangkalan, yang mengakibatkan perahu nelayan kandas.

Salah satu anak buah kapal (ABK) Sardi, perahu milik Anton yang diawaki nya mengalami kerusakan mengatakan, kalau kejadian ini sudah ke dua kalinya dialami juragan nya, sebelumnya sempat hancur karna kandas saat melewati alur muara, dan di hantam ombak sehingga kondisi perahu nya mengalami kerusakan parah.

"Kejadian nya Minggu dini hari pak, jadi kami dari laut mau pulang, posisi kita kandas di muara, setelah itu di hantam gelombang, mesin mati setelah itu kita nggak bisa apa apa lagi. Karena belum ada bantuan dari teman teman, akhirnya perahu terombang ambing, setelah itu tenggelam lah dia," jelas Sardi saat di temui di kediaman ya di lingkungan Parit Pekir Sungailiat.

"Memang kalau ini kerusakan nya tidak terlalu parah di bandingkan dengan yang sebelumnya, perahu juragan saya sempat hancur, akibat kandas di alur muara itu, tapi tetap juga kami mengalami kerugian," katanya

Di singgung mengenai bantuan dari pihak PT. Pulomas terkait perahu yang lewat alur muara Pulomas itu, Sardi yang menjalani profesi nelayan selama 10 Tahun ini mengatakan saat ini tidak ada bantuan sama sekali.

"Untuk saat ini nggak ada bantuan dari pihak mereka, tapi saya nggak tau lah ya kalau ada bantuan ke yang lainnya, mungkin apa karena kecelakaan yang kami alami ini tidak terlalu besar, tapi harapan kami sebagai nelayan minta tolong muara tersebut di perbaiki, atau di dalami kembali, sehingga kami tidak lagi mengalami musibah seperti ini," harap Sardi

Bukan seorang nelayan Sardi saja, nelayan lain pun mengeluhkan dengan adanya penumpukan bukit pasir di sisi kanan kiri muara tersebut, di karenakan mereka selalu kawahtir di saat pulang dari melaut, yang mereka takutkan di saat mau memasuki muara Pulomas tersebut, karena tidak menutup kemungkinan mereka bisa selamat di lautan lepas, tapi justru celaka saat memasuki muara Pulomas, apa lagi di saat ombak besar dan angin kencang. Resiko nya perahu mereka tidak bisa masuk atau kandas.

Pantauan awak media di lapangan memang jelas terlihat gundukan pasir yang tinggi itu sedikit demi sedikit memang terkikis oleh aliran air yang deras dari muara, di tambah lagi dengan hantaman ombak, sehingga pasir tersebut semangkin turun ke bawah dasar muara. Kamis, (14/01/2021)

Untuk memperkuat info yang beredar di masyarakat, Fakta Indonesia beserta tim awak media lain nya mendatangi beberapa nelayan yang sedang berada di perahu mereka saat sedang sandar di dermaga Pelabuhan Perikanan Sungailiat. Mereka mengatakan sejak adanya bukit pasir di kanan kiri muara tersebut mereka selalu kawatir, jangan pulang dari laut, mau berangkat ke laut saja mereka takut.

"Kami bukanya takut di laut nya pak, tapi kami takut saat mau pulang dari melaut pas mau memasuki muara tersebut, karena kami bingung cari jalan nya, karena semangkin hari semangkin dangkal saja itu muara, sehingga menghambat lewatnya perahu kami," ujar Sarmin nelayan.

"Jangan kan pulang dari laut, mau berangkat melaut saja kami takut, takut kalau kandas, kalau sudah kandas bisa bisa perahu kami terbalik, jangan kan perahu besar, perahu kecil dayung saja susah mau lewat pak," sebutnya lagi.

Hal senada juga di katakan oleh Harjo di tempat yang sama, di dalam perahu mereka, kalau semua perahu nelayan yang ada di Pelabuhan perikanan Sungailiat ini melewati alur muara Pulomas tersebut, karena kekewatiran itu sehingga mereka terkadang sudah berhari hari tidak melaut, di karenakan mereka takut perahu nya kandas. Karena kalau sudah terjadi kecelakaan pada perahu mereka, mereka bingung mau mengadu dengan siapa, dan meminta pertanggung jawaban nya dengan siapa.

"Semua perahu yang ada di dermaga ini lewat di muara itu pak, kami sih tidak meminta banyak pak, hanya tolong lah alur muara itu supaya bisa dalam kembali, jadi kami bisa bekerja, ini kami sudah beberapa hari tidak melaut, sementara pendapatan kami dari hasil melaut, istri minta kirim uang gimana, kerja saja kami nggak bisa. Jadi kami kalau sudah mau lewat aliran muara itu justru jantung kami berdebar debar, bisa tidak ni lewatnya, seandainya pulang dari laut, kalau sampai kandas, bisa bisa perahu terbalik habis lah semua," Ungkap Harjo nelayan asal Butun bau bau.

Sementara itu, Suhendro selaku Ketua KPMP Kabupaten Bangka, menyatakan dirinya bersedia untuk memberikan tanggapan yang mana saat ini sedang ramai-ramai diperbincangkan lewat media sosial.
Disini kita ketahui dalam pengerjaan selama ini dalam melakukan pendalaman alur muara tersebut masing-masing memiliki tekhnik.

"Kita tidak bisa menyalahkan satu orang saja, sedangkan seperti kita ketahui disini banyak akses pertambangan ilegal, istilahnya
Penambangan ilegal tersebut standarnya masing-masing tidak memiliki izin yaitu limbahnya makan disitu buangnya disitu,"sebut Suhendro saat di temui di lapangan oleh awak media.

Adanya pendangkalan pasir disini penyebabnya bukan berasal dari tumpukan pasir ini melainkan dari tambang ilegal yang ada disini seperti yang digunakan para kapal milik nelayan saat ini.

"Para penambang ilegal disini sangat lama melakukan aktifitas tersebut bahkan lebih lama para nelayan dari pada pihak PT. Pulomas,"terang Suhendro.

Menurut saya disini tidak ada yang disalahkan, bagi saya, semuanya kan ada standard mereka harus bekerja bagaimana saat ini gelombang besar untuk melakukan penggalian sangat lambat dengan menggunakan alat berat.

Saya harap disini kita jangan saling menyalahkan tetapi kita saling membantu dan saling mendukung untuk menyelesaikan muara ini sehingga nelayan kedepannya bisa melintasi jalur muara tersebut.

Hingga berita ini ditanyangkan wartawan masih berupaya konfirmasi berita selanjutnya terhadap pihak-pihak terkait.

Penulis : Edoy

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Tokoh Masyarakat Kota Tasik Perlu Diajak Kolaborasi Tangani Covid-19
Bupati Hadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank BIJ
Kota Bandung Siap, Yuk Ikut Vaksinasi Covid-19
Pimpin Wisuda Purna Bakti, Kapolda Kalteng Lepas 38 Personel