Meski Dilarang, SMPN 2 Cikande Diduga Menjual LKS Kepada Anak Didiknya

foto

Rabbit

Kabupaten Serang, FaktaIndonesiaNews.com-- Meski sudah ada larangan menjual Lembar Kerja Siswa ( LKS), dibeberapa Sekolah masih saja menjualnya, seperti Sekolah Menengah Pertama Negri 2 Cikande(SMPN 2 Cikande) Jln Raya Cikande-Pamarayan, Kampung Baluk, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang-Banten, yang Diduga menjual buku LKS kepada Muridnya, Senin (25/01/21).

Menurut salah seorang Wali Murid yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan pada awak Media FaktaIndonesiaNews.com, " Saat dirinya hendak mengambil buku Rapot dirinya diminta untuk membeli buku LKS sepaket,” Ucapnya.

"Ya benar,.. waktu saya mau ambil Rapot anak saya, guru nya bilang ' semua murid harus beli LKS Sepaket dengan harga Rp. 100.000',” Tuturnya.

Saat di temui dikantor nya, Surahman Kepala Sekolah SMPN 2 Cikande membantah adanya paksaan yang mengharuskan murid untuk membeli LKS, " kami tidak pernah memaksa murid untuk membeli LKS, bagi murid yang mampu silahkan membeli melalui Koprasi sekolah,” Ucap Surahman.

Di sisi lain Ketua Dpd Lsm Penjara ( Pemantau Kinerja Aparatur Negara) M. Rasmidi SH angkat bicara soal masih adanya pihak Sekolah yang menjual buku LKS kepada Muridnya, " jelas ini sangat membebani Orangtua/ Wali murid dan tentunya hal tersebut sudah melanggar peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan(Permendikbud)”.
" Jelas ini sangat membebani Wali murid yang berpenghasilan menengah kebawah, dan tentunya praktek Jual beli Lks ini sudah melanggar Permendikbud,” Ucap Rasmidi.

"Jual LKS melanggar peraturan Kemendikbud nomer 75/2016 tentang Komite Sekolah Pasal 12 ayat 1, Dalam Permen tersebut, Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.” Jelas Rasmidi.

(Agung Pambudi)

Bagikan melalui
Berita Lainnya
PT Timah Salurkan Suplemen Kesehatan untuk Masyarakat Desa Delas dan Bencah
Kabupaten Bandung, Pelanggan Air Minum Terbanyak Kedua Nasional
Tak Punya TPA, Kang Pisman Jadi Jalan Keluar
Guna Tingkatkan Kemampuan Public Speaking, Bidhumas Polda Lampung Laksanakan Pelatihan